Israel Terus Dekati Negara Muslim Asia Tenggara untuk Jalin Hubungan
KUALA LUMPUR, iNews.id - Israel terus berusaha mendekati negara mayoritas muslim di Asia Tenggara untuk menjalin hubungan. Negara-negara muslim di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Ketiga negara kompak mengecam Israel atas serangan ke Jalur Gaza pada bulan lalu yang menewaskan sedikitnya 255 orang, termasuk 66 anak. Selain itu Indonesia, Malaysia, dan Brunei menyerukan diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah Palestina dan mendukung solusi dua negara berdasarkan garis perbatasan sebelum perang 1967.
Duta Besar Israel untuk Singapura Sagi Karni menilai, kecaman tiga negara muslim terkait konflik terbaru negaranya dengan pejuang Palestina tidak tepat.
Menurut dia, sifat sebenarnya dari konflik yang terjadi adalah pertempuran antara Israel dengan Hamas, bukan rakyat Palestina.
"Hamas merupakan organisasi anti-Semit. Saya tidak yakin banyak orang yang ikut dalam debat di media sosial memahami sifat radikal dan fasis Hamas," katanya, kepada Reuters.
Karni juga mengakui adanya korban sipil dalam 11 hari pertempuran itu.
Lebih jauh dia menegaskan, satu-satunya cara bagi pihak mana pun untuk ikut andil menyelesaikan masalah di Timur Tengah adalah dengan menjalin hubungan dengan Israel.
"Kami bersedia bicara, kami bersedia bertemu, dan sejauh yang kami tahu pintu terbuka. Saya kira tidak sulit untuk bertemu dengan kami," ujarnya.
Hamas, selaku penguasa Gaza, merupakan partai politik Palestina sekaligus organisasi perlawanan terhadap Israel. Perjuangan Hamas melawan Israel disebut sebagai bentuk perlawanan atas penjajahan Zionis.
Hamas juga berkali-kali menolak tuduhan anti-Semit seraya menegaskan tujuannya untuk membebaskan dan memerdekakan Palestina.
Editor: Anton Suhartono