Israel Terus Gempur Gaza, Bantuan ke Warga Terhenti
YERUSALEM, iNews.id - Pasukan Israel bertempur melawan Hamas di seluruh Gaza. Akibat bombardir Israel, bantuan kepada warga Gaza tehenti.
Serangan di selatan mengancam pengungsian massal warga Gaza. Sebagian besar bagian utara, termasuk sebagian besar Kota Gaza, telah hancur total.
Melansir dari Gulf News, Sabtu (9/12/2023) warga Palestina khawatir sisa Gaza bisa mengalami nasib serupa karena Israel berupaya membubarkan Hamas.
Israel mengatakan tidak lagi dapat menerima keberadaan militer Hamas di Gaza setelah serangan pada 7 Oktober yang memicu perang.
AS Akhirnya Terapkan Larangan Visa bagi Pemukim Yahudi Ekstremis Israel yang Tindas Rakyat Palestina
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengatakan Israel akan mempertahankan kontrol keamanan tanpa batas atas wilayah tersebut, sesuatu yang menentang oleh Amerika Serikat dan sebagian besar komunitas internasional.
Militer Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya berada di tengah kota selatan Khan Younis.
Spanyol Desak Israel Setop Dirikan Pemukiman di Palestina
Selama tiga hari terakhir, distribusi bantuan, terutama pasokan tepung dan air, hanya dimungkinkan di sekitar Rafah.
200 orang terluka dibawa setiap hari sejak 1 Desember, ketika gencatan senjata seminggu berakhir.
“Tanpa listrik, ventilator akan berhenti berfungsi, donor darah harus dihentikan, sterilisasi instrumen bedah akan menjadi tidak mungkin,” kata Marie-Aure Perreaut Revial, koordinator darurat kelompok bantuan tersebut di Gaza.
Dia mengatakan mereka juga kehabisan persediaan bedah dan penstabil luar untuk tulang yang patah.
Gaza telah tanpa listrik sejak minggu pertama perang, dan Israel telah sangat membatasi impor bahan bakar, memaksa beberapa rumah sakit untuk ditutup karena tidak dapat mengoperasikan generator darurat.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq