Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abdul El-Sayed Politikus Muslim Pro-Palestina Menang di Michigan, Kelompok Pro-Israel Terpukul
Advertisement . Scroll to see content

Isu Pelecehan Seksual Marak Jelang Pemilihan Senat AS

Kamis, 16 November 2017 - 13:50:00 WIB
Isu Pelecehan Seksual Marak Jelang Pemilihan Senat AS
Roy Moore, calon anggota senat dari Partai Republik (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id – Sudah enam perempuan yang mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual kandidat Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Roy Moore. Isu ini bermunculan menjelang pemilihan senat yang akan berlangsung pada 12 Desember mendatang.

Moore akan bersaing dengan Doug Jones dari Partai Demokrat untuk menduduki kursi senat dari Alabama. Dukungan terhadap Jones terus melonjak setelah isu yang menimpa Moore terus bermunculan. Mereka bersaing untuk mengisi kekosongan kursi yang sebelumnya diduduki oleh Jeff Sessions. Dia diangkat menjadi Jaksa Agung oleh Presiden Donald Trump pada musim semi lalu.

Para perempuan itu membeberkan perlakuan tidak senonoh Moore kepada media. Washington Post melaporkan pengakuan empat perempuan korban Moore. Peristiwa itu terjadi saat mereka masih remaja dengan rentang usia 14 sampai 18 tahun.

Salah seorang dari mereka mengatakan pernah berhubungan seksual dengan Moore di usia 14 tahun, sedangkan Moore saat itu berusia 30 tahun.

Tuduhan terus bermunculan, kini Moore disebut telah melakukan perbuatan tidak senonoh pada dua perempuan lainnya, di antaranya bernama Beverly Young Nelson. Dia mengatakan perlakuan itu dialaminya saat berusia 16 tahun.

"Ketika dia berada di restoran, dia akan berbicara dengan saya dan kadang-kadang menarik ujung rambut panjang saya saat melewatinya," ungkapnya.

Perempuan lain, Gena Richardson, mengatakan kepada The Post bahwa Moore telah membuatnya takut dengan menciumnya. Peristiwa itu terjadi saat dia berusia 18 tahun sedang Moore 30 tahunan.

Secara terpisah, Kelly Harrison Thorp, mengatakan bahwa Moore telah berkencan dengannya saat berumur 17 tahun.

Berbeda dengan korban sebelumnya yang mendapat perlakuan tidak senoh saat remaja, Tina Johnson merupakan korban dewasa. Saat itu atau pada 1991 dia berada di kantor hukum Alabama. Tina mengatakan kepada AL.com, Moore meraba-raba bokongnya hendak pergi.

"Dia tidak mencubitnya, dia merabanya," kata Tina.

Sementara itu Moore membantah tuduhan pelecehan seksual itu. Dia pun mencurigai mengapa tuduhan-tuduhan tersebut muncul menjelang pemilihan. "Kami sedang dalam proses menyelidiki tuduhan palsu ini untuk menentukan asal dan motivasi mereka," kata Moore.

Namun pengakuan-pengakuan tersebut terlanjur menjatuhkan kansnya. Berdasarkan survei yang dirilis pada Rabu 15 November 2017 oleh tim kampanye Partai Republik, perolehan suara rivalnya, Jones, melonjak naik hingga 12 poin daripada Moore. Nasib Moore pun diambang masalah. Para politisi di Washington telah meminta Moore untuk menarik diri dari pemilihan.

Sebelumnya, pemimpin Partai Republik Senat AS Mitch McConnell berbincang dengan Presiden Donald Trump. Trump hadir di Gedung Putih pada Rabu, tetapi dia tidak membahas sama sekali tentang Moore.

Menurut aturan, nama Moore tidak dapat dihapus begitu saja dalam surat suara. Ada syarat yang bisa membuat namanya dicoret. Pertama, jika negara bagian meminta kepada komisi pemilihan agar menarik calonnya. Kedua, jika Moore sendiri yang mengundurkan diri.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut