Jadi Sasaran Vandalisme, Nama Trump Terancam Dihapus dari Walk of Fame
NEW YORK, iNews.id - Dewan Kota Hollywood Barat menyatakan perilaku Presiden Donald Trump tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai Los Angeles, California, serta nilai-nilai Amerika Serikat (AS) pada umumnya.
Dewan Kota menyebut contoh dari perilaku tersebut antara lain sikap tidak pantas terhadap perempuan, keputusan memisahkan orangtua dari anak-anak imigran di perbatasan Meksiko, serta sikap Trump atas dugaan campur tangan Rusia dalam pilpres AS.
Gerakan semacam #MeToo dan #TimesUp juga menunjukkan ukiran bintang yang didedikasikan untuk Donald Trump tidak lagi bisa diterima di industri hiburan Hollywood.
Nama Trump diukir di Walk of Fame, Hollywood, pada 2007 karena kontribusinya sebagai produsen media. Sejak saat itu, bintang emas berukiran namanya tersebut beberapa kali dirusak.
Pada Juli, bintang Walk of Fame milik Trump dirusak dengan kapak oleh seorang pria. (Foto: Reuters)
Vandalisme terakhir terjadi pada Juli lalu oleh salah seorang penentang Trump berusia 24 tahun. Pria itu dengan brutal memukuli plakat Trump dengan kapak.
Keputusan apakah Trump akan benar-benar kehilangan tempat di jajaran nama besar itu kini terletak di Kamar Dagang Hollywood.
Diskusi tentang penghapusan nama seorang figur publik dari Walk of Fame bukan kali pertama ini terjadi. Pada 2015 lalu sempat muncul usulan penghapusan nama Bill Cosby sebagai akibat dari kasus pelecehan seksual yang melibatkannya.
Tetapi waktu itu pihak berwenang berpendapat sang bintang tetap bisa mempertahankan namanya di jalur ketenaran itu.
Editor: Nathania Riris Michico