Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Trump, Para Pejabat Israel Serukan Pendudukan Gaza secara Permanen
Advertisement . Scroll to see content

Jeda Kemanusiaan dan Isu Organ Tubuh Manusia di Gaza

Selasa, 28 November 2023 - 08:18:00 WIB
Jeda Kemanusiaan dan Isu Organ Tubuh Manusia di Gaza
Mantan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Pengamat Terorisme, Hamidin (Foto: Dokumen Pribadi)
Advertisement . Scroll to see content

Hamidin
Mantan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Pengamat Terorisme

WAKTU berjalan terus, batas jeda kemanusiaan sudah berada di pengujung jalan. Tentara Israel sebagaimana dirilis berbagai media, diprediksi akan memulai lagi serangan darat di Gaza, apalagi bila cukup alasan bagi Israel untuk menyatakan bahwa Hamas tidak   membebaskan para tawanan yang akan dibebaskan tengah malam ini. 

Sementara 39 anak Palestina yang selama ini dipenjara telah dibebaskan oleh Israel, sebaliknya 13 sandera juga telah dibebaskan  oleh Hamas dan telah tiba kembali di Israel. 

Sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al Qasam mengumumkan bahwa mereka secara konsekuen sudah menyerahkan sekelompok sandera Israel ke Palang Merah Internasional untuk segera dikeluarkan dari Gaza menuju negara masing masing. Sementara Israel, kata Osama Hamdan, salah satu eksekutif senior Hamas yang melakukan konferensi pers di Beirut, Lebanon, pernah mangatakan, "Israel tidak mematuhi pasal-pasal mengenai jaminan keamanan terhadap sejumlah truk bantuan ke utara Gaza serta siapa nama-nama dan kondisi tahanan Palestina yang akan dibebaskan."

Hamdan menambahkan, ini adalah situasi sangat berbahaya bagi suatu perjanjian dan perlu diketahui oleh para mediator, Israel harus dapat memenuhi tanggung jawab mereka.

Kantor berita resmi Palestina WAFA juga telah mengumumkan bahwa Israel masih melakukan penggerebekan di berbagai tempat di wilayah Jenin, Tepi Barat. Kali ini tergetnya adalah Rumah Sakit Negeri Syahid Halil Suleiman (rumah sakit pemerintah), Rumah Sakit Ibnu Sina, dan Pusat Bulan Sabit Mereh Palestina yang berada di kamp pengungsian. 

Menurut Direktur Kesehatan Gaza Munir al - Bursh, tiga rumah sakit tersebut berisiko kolaps dan lumpuh. Dalam penggerebakan di Jenin itu, 2 warga tewas dan 7 luka, serta 2 lainnya dalan kondisi kritis.

Adam Boulokos, direktur urusan Tepi Barat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina  (UNWRA) menjelaskan, tidak ada tempat di daerah pendudukan yang tidak dikendalikan oleh pasukan Israel. Semuanya telah diambil alih, termasuk membataai kegiatan dan pergerakan masyarakat. 

Presiden Asosiasi Tahanan Palestina, Kadura Paris, mengatakan Israel harus bertanggung jawa kepada masyarakat, khususnya akan nasib para warga Palestina yang ditahan di Gaza.

Di tempat lain, sebagai bentuk realisasi dan komitmen perjanjian Israel-Hamas, truk bantuan kemanusiaan sudah berdatangan. Ada 187 truk bantuan telah tiba di Gaza. 

Pada kesepakatan jeda kemanusiaan hari ke-3 sudah ada 100 truk bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza utara tanpa menyebut dari negara mana saja bantuan itu berasal. Dalam perjanjian jeda kemanusiaan yang berlaku mulai Jumat 24 November 2023, ada 150 warga Palestina yang mendekam dalam penjara Israel akan dibebaskan, sebaliknya ada 50 sandera Israel yang akan dibebaskan.

Kecurigaan Israel Mengambil Organ Tubuh Jenazah

Ramai diberitakan berbagai media massa, baik lokal, regional, bahkan global,  tentang banyaknya mayat yang hilang dalam berbagai penyergapan terhadap posisi Hamas maupun penduduk sipil di Palestina. Ini mengundang polemik dintengah masyarakat. Baru-baru ini diberitakan Haber7 dan Insani Yardim Vakti perihal banyaknya mayat yang hilang di Gaza. 

Ini adalah berita tentang bank kulit dan organ terbesar di dunia yang telah lama didirikan di Israel, menyusul tuduhan negara itu melakukan genosida. Pasukan Israel membongkar kuburan massal yang digali di taman Rumah Sakit Al Shifa dan mencuri 100-an mayat warga Palestina. 

Akhirnya file berbagai kasus pencurian organ tubuh oleh Israel dibuka kembali. Tepatnya ketika sebuah surat kabar Swedia Aftonblated menerbitkan ulang wawancara dengan seorang ahli patologi Israel pada 2000 tentang bagaimana negara pencuri organ Israel itu mengemuka, dia seperti sebuah bom. 

Setelah skandal pencurian mayat di Rumah Sakit Al Shifa oleh Israel, yang nyatanya tidak melahirkan tuduhan pelanggaran kejahatan perang, kasus ini kembali mengemuka. 

Israel telah melakukan kejahatan terhadap warga Palestina di Gaza yang telah diblokade selama bertahun-tahun dan diubah menjadi penjara terbuka terbesar di dunia, persis di depan mata dunia. 

Menyusul berita Israel telah mencuri jenazah warga Palestina dari Rumah Sakit Al Shifa, kebenaran tentang genosida tersebut, sekali lagi terang-benderang telah terungkap dan dipertontonkan secara global.

Seorang pejabat kantor media pemerintah Gaza Ismail Al Sevabta bersaksi dan mengatakan, pasukan pendudukan telah membongkar kuburan di taman rumah sakit dan memindahkan entah kemana 100-an jenazah. Meskipun pernyataan Sevabta diam-diam telah ditutup dan dihapus oleh badan-badan internasional, berita yang muncul bertahun-tahun yang lalu tentang genosida Israel yang mengambil organ tubuh warga Palestina kembali mengemuka dan dibuka.

Tidak kurang, kemudian Aftonblated menerbitkan wawancara asli yang diambil pada 2009 dan klaim bahwa Israel telah melakukan genosida kemudian mengambil organ dari warga Palestina yang masih hidup. 

Seperti diperkirakan, setelah berita tersebut, Israel menuduh Aftonblated sebagai anti-Semit dan menuntut Pemerintah Swedia mengutuk  berita tersebut yang menyebabkan pertikaian diplomatik. 

Menteri Luar Negeri Swedia pada periode itu membatalkan rencana kunjungan resmi ke Israel. Pencurian organ yang dilakukan Israel serta genosida telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dalam laporan tahun 2009, surat kabar Inggris Guardian menyebut Israel mencuri organ tubuh warga Palestina.

Bersandar pada kejadian terdahulu, dugaan kejahatan pencurian organ tubuh pada saat ini benar telah terjadi. Ini bisa dilihat dari kesaksian, berita, hubungan antar-berita, pernyataan badan-badan Internasional, pejabat otoritas di Gaza, serta fakta bahwa sekitar 7.000-an orang hilang di Gaza.

Patut diduga Israel masih menyimpan puluhan jenazah. Maka MEHRO (Midle East Human Rights Observatory), sebuah organisasi kemanusiaan dunia, menuntut dilakukannya investigasi internasioanal yang independen dan mendalam, karena banyak jenazah yang menghilang pasca penyerbuan ke Rumah sakit Al Shifa dan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.

MEHRO secara resmi telah melaporkan bahwa tentara Israel membongkar kuburan massal di Rumah Sakit Al Shifa dan memindahkan jenazah tersebut ke suatu tempat dan tidak mengembalikannya. MEHRO juga mencatat dan mengakui, ada beberapa jenazah yang diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional dan dikirim ke Gaza Selatan untuk proses penguburan, tetapi sisanya kemana? 

Menurut informasi Asharq al-Awsat dari DPA,  tentara Israel sampai sekarang masih terus menahan dan menyimpan jenazah-jenazah lain. MEHRO menyatakan ada beberapa dokter yang mengamati banyak organ tubuh seperti kornea mata, gendang telinga, hati, ginjal dan jantung dicuri dari beberapa mayat yang mereka periksa secara cepat di Gaza. 

MEHRO menyatakan ini bukti permulaan yang cukup  untuk menjelaskan bahwa benar telah terjadi pencurian organ pada jenazah di Gaza. Hampir semua paham bahwa Israel memang memiliki sejarah panjang dalam menyembunyikan jenazah warga Palestina. Ada data yang menyatakan bahwa setidaknya 145 jenazah Palestina disimpan di unit pendingin khusus, 255 jenazah ditemukan di kuburan massal, dan 75 jenazah dinyatakan hilang. 

Israel memiliki kuburan massal rahasia yang disebut 'kuburan pejuang musuh'. Kuburan ini terletak di area tertentu seperti zona militer tertutup dan rahasia. Kuburan itu diberi nomor yang terukir pada lembaran logam . MEHRO menyatakan pihak berwenang Israel menyimpan jenazah warga Palestina, kemudian membekukan, dan mengembalikannya ke keluarga mereka setelah jangka waktu tertentu. Pada masa itu, jenazah disimpan pada suhu sangat ekstem untuk mengawetkannya.

Tindakan ini mungkin dimaksudkan untuk menyembunyikan organ yang telah dicuri. Diduga bahwa dalam beberapa tahun terakhir Israel telah berupaya membangun legalitas dan dasar hukum untuk dapat menampung jenazah warga Palestina dan mengambil organ tubuh mereka. Salah satu alasan dan dasar hukumnya adalah keputusan Mahkamah Agung Israel pada 2019 yang memungkinkan otoritas militer untuk menahan jenazah dan menguburkan sementara di 'kuburan yang bernomor' itu. 

Parlemen Israel (Knesset) juga telah mengeluarkan peraturan hukum pada akhir 2021 yang memberikan kewenangan kepada polisi dan tentara untuk menyimpan jenazah warga Palestina. Dalam beberapa tahun terakhir, sering dilaporan bahwa Israel secara ilegal menggunakan jenazah warga Palestina untuk perdagangan organ, atau menggunakan jenazah tersebut sebagai bahan penelitian di fakultas kedokteran universitas-universitas Israel.

Dokter Israel Meyra Fayiz, dalam bukunya 'On Dead Bodies', mengungkap bahwa organ tubuh dicuri dari mayat warga Palestina dan ditransplantasikan ke pasien Yahudi dan digunakan untuk tujuan penelitian di fakultas kedokteran universitas Israel.

Yehuda Hiss, mantan direktur Institut Kedokteran Forensik Abu Kabir Israel, juga mengakui organ, jaringan dan kulit, dicuri dari mayat warga Palestina dan diambil tanpa sepengetahuan atau izin keluarga.

MEHRO menekankan, Israel mempertahankan jasad warga Palestina sebagai kebijakan sistematis dengan dalih sebagai 'langkah keamanan'. Ini jelas melanggar perjanjian internasional. 

MEHRO juga menggari bawahi bahwa kegagalan mengembalikan jenazah warga Palestina ke keluarga mereka adalah bertentangan dengan kebutuhan penghormatan keyakinan agama dan termasuk dalam lingkup hukum kolektif yang dilarang oleh hukum internasional, yakni Pasal 50 Peraturan Den Haag dan Pasal 33 Konvensi Jenewa.

Keterangan lain juga didapat dari Dr Mutez Harara, dokter Rumah Sakit Al  Shifa. Dia mengatakan pasukan pendudukan Israel telah menyerang petugas medis dan mencuri beberapa jenazah warga Palestina selama penggerebekan. Harara memberikan informasi lengkap tentang apa yang terjadi dan dia alami dan lihat saat penggerebekan. 

Dia juga mengatakan, beberapa pasien dibawa pergi oleh tentara berikut beberapa jenazah. Selain itu dia melihat tentara pendudukan Israel memutus aliran listrik di rumah sakit yang membuat peralatan medis tidak dapat difungsikan. 

Harara mencatat tentara juga merusak generator dan peralatan medis sebelum meninggalkan rumah sakit.

Lain lagi yang dialami dan disaksikan oleh Dr Mustafa Sekik, dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Dia mengatakan tentara Israel bahkan tidak mengizinkan mereka yang berada di rumah sakit untuk pindah dari tempatnya selema penggerebekan,  orang-orang itu dibiarkan kelaparan.

Sekik juga mencatat tentara Israel memutus semua saluran komunikasi di rumah sakit dan menggeledah gedung secara intensif. 

Lain lagi pengalaman Ibrahim Zekeriya, salah satu orang yang terluka di rumah sakit  Dia membutuhkan bantuan medis segera di rumah sakit dersebut, tapi tidak bisa. Rumah sakit telah dikepung oleh tentara selama berhari-hari padahal dia tidak sendiri.  Istri dan anak-anaknya juga berada di rumah sakit selama penggerebekan namun tidak dapat menerima kabar apa pun dari anggota keluarga karena mereka kehilangan komunikasi.

Sungguh memprihatinkan nasib warga Palestina di Jalur Gaza. Rumah dan properti rata dengan tanah. Keluarga banyak yang gugur. Air dan listrik mati. Persediaan pangan terbatas. Sarana prasarana kesehatan lumpuh. Bantuan PBB belum maksimal. Tiap hari berhadapan dengan pasukan Israel yang sewaktu-waktu bisa menjadi  sosok pencabut nyawa dan mencuri organ tubuh. 

Ya Allah, bantulah mereka, selamatkan mereka. Mari kita panjatkan doa untuk rakyat Palestina:

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut