Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fosil Kura-Kura Seukuran Mobil Ditemukan di Amerika Selatan
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Kaki Hewan Ini Diyakini Berusia 541 Juta Tahun

Jumat, 08 Juni 2018 - 05:30:00 WIB
Jejak Kaki Hewan Ini Diyakini Berusia 541 Juta Tahun
Jejak kaki hewan yang hidup 541 juta tahun lalu ditemukan di China (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Jejak kaki pertama dari hewan ditemukan di China. Hasil penelitian mengungkap, jejak tersebut berusia setidaknya 541 juta tahun.

Sejauh ini belum bisa dipastikan jejak tersebut milik hewan apa. Namun dari ukuran jejaknya yang hanya hitungan milimeter, hewan ini diketahui bertubuh sangat kecil. Jejak kaki itu terdiri dari lubang-lubang kecil dengan dua baris.

"Ini dianggap sebagai jejak hewan paling pertama yang diketahui," demikian laporan jurnal Amerika Serikat, Science Advances, dikutip dari AFP, Kamis (7/6/2018).

Jejak kaki ini ditemukan di area Yangtze Gorges. Usianya diperkirakan 541 juta sampai 635 juta tahun atau hidup di periode Ediacaran.

"Bebatuan yang terkandung dari fosil itu diketahui berusia 551 juta dan 541 juta tahun," kata Zhe Chen, peneliti dari Akademi Sains China.

Sayangnya, hewan yang jejaknya tertinggal itu tidak mati di sekitar lokasi penemuan, sehingga tidak dapat diketahui jenisnya.

"Kami tidak tahu pasti apa hewan yang meninggalkan jejak itu, tapi hewan-hewan itu pastinya memeliki bentuk tubuh yang bilateral simetris karena memiliki lekatan yang sama," kata Chen, menjelaskan.

Mengacu para bentuknya dan ditransformasikan dengan zaman ini, setidaknya ada tiga kelompok hewan hidup memiliki tubuh seperti ini yakni arthropoda seperti lebah, annelida seperti cacing berbulu, dan tetrapoda seperti manusia. Kemungkinannya adalah arthropoda dan annelida, atau nenek moyang mereka.

Hewan itu tampaknya telah berhenti dari waktu ke waktu, karena jejaknya terhubung ke liang yang mungkin telah digali ke dalam sedimen.

Hasil penelitian ini melibatkan para peneliti dari Institut Geologi and Palaeontologi Nanjing Akedemi Sains China dan Virginia Tech AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut