Jembatan Beton Ambruk Timpa Perahu Nelayan di Taiwan, Beberapa Orang Hilang
TAIPEI, iNews.id - Jembatan beton di kota pelabuhan Suao, Taiwan, ambruk, Selasa (1/10/2019) pagi, menimpa beberapa perahu nelayan yang bersandar di bawahnya.
Dilaporkan ada beberapa nelayan yang diduga masih terjebak di perahu yang tertimpa material perahu ke dasar laut.
Kantor berita Central News Agency melaporkan, sedikitnya ada sembilan orang yang berada di perahu terbawa ke dasar laut, tujuh berhasil diselamatkan. Enam di antaranya mengalami luka parah. Sementara dua orang lainnya masih hilang.
Beberapa penyelam dari tim SAR, termasuk militer, dikerahkan untuk menyisir bagian bawah air tempat perahu tenggelam untuk mencari para korban.
Jembatan Ambruk di Italia Akan Diledakkan, Ribuan Warga Dievakuasi
(Jembatan ambruk di Taiwan, truk tangki yang akan melintas terbakar/EPA)
Dilaporkan tidak ada orang yang saat kejadian berada di atas jembatan. Sebenarnya ada truk tangki bahan bakar yang akan melintas, namun posisinya masih terbilang aman. Meski demikian truk tangki mengalami kebakaran akibat dampak ambruknya jembatan.
Dari data, ada tiga perahu nelayan yang tertimpa serta kendaraan di atas jembatan yang rusak, termasuk truk tangki.
"Jembatan ambruk sekitar pukul 09.30 waktu setempat, saat ada truk tangki bahan bakar di atasnya, menyebkan kebakaran," kata sekretaris wali kota, Shih I Chun, dikutip dari Reuters.
Pemerintah kota mendirikan pusat layanan darurat di lokasi untuk mengoorinasikan pencarian korban. Angkatan laut juga mengerahkan personel dan peralatan untuk membantu pencarian korban.
"Menyelamatkan jiwa merupakan prioritas. Saya akan meminta otoritas terkait untuk melakukan segala upaya penyelamatan," kata Perdana Menteri Su Tseng Chang.
Sejauh ini belu m diketahui penyebab ambruknya jembatan. Peristiwa ini berlangsung setelah bagian utara Taiwan dihantam Topan Mitag yang membawa angin berkecepatan 162 kilometer per jam. Mitag menyebabkan 12 orang luka, memutus aliran listrik ke lebih dari 66.000 rumah, serta membatalkan lebih dari 150 penerbangan.
Editor: Anton Suhartono