Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jepang Buka Keran Impor Mobil dari Amerika, Bebas Masuk Tanpa Pengujian
Advertisement . Scroll to see content

Jepang Akan Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah

Rabu, 23 Oktober 2019 - 07:53:00 WIB
 Jepang Akan Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah
Jepang akan kirim 2 kapal perang ke Timur Tengah (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Jepang akan mengirim kapal perang ke Timur Tengah untuk membantu mengamankan perairan yang menjadi jalur pengiriman minyak. Namun Negeri Metahari Terbit itu menegaskan tak akan bergabung dalam misi yang dibawa Amerika Serikat di Teluk.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi telah menginformasikan rencana ini kepada mitranya dari AS Mike Pompeo melalui sambungan telepon pada Selasa (22/10/2019).

Keputusan ini diambil setelah serangakaian serangan terhadap kapal-kapal tanker di Teluk, termasuk pengeboman atas dua fasilitas minyak Aramco Arab Saudi pada September. Negara Barat menuduh Iran sebagai pelakunya, namun dibantah keras.

Menurut keterangan dari sumber yang mengetahui masalah ini kepada kantor berita Kyodo, sebagaimana dilaporkan kembali AFP, Rabu (23/10/2019), Jepang akan mengirim dua kapal penghancur ke kawasan, termasuk satu armada yang pernah mengikuti misi anti-pembajakan di perairan Somalia.

Namun kapal-kapal Jepang tak akan beroperasi di Selat Hormuz, dekat wilayah Iran, padahal perairan itu merupakan lalu lintas utama pasokan minyak dunia. Sebagian besar impor minyak Jepang berasal dari Timur Tengah.

Jepang menjalin hubungan dagang yang lama dengan Iran, namun di sisi lain merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.

Ketegangan di Timur Tengah melonjak sejak awal tahun ini, dimulai dengan serangan terhadap beberapa kapal tanker Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di mana Iran menjadi tertuduh. Setelah itu giliran kapal tanker Iran yang disita karena dituduh akan memasok minyak ke Suriah.

Amerika Serikat pun membentuk koalisi pengamanan maritim untuk melindungi navigasi di kawasan yang sangat penting bagi pasokan minyak global itu. Inggris dan Australia merupakan mitra utama AS dan setuju mengirim kapal perang ke Teluk.

Sejak Perang Dunia II Jepang menghindari aktivitas militer di luar negara sesuai dengan UU negara itu. Namun sejak pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe, Jepang ingin menunjukkan kehadiran militernya yang disebut Pasukan Bela Diri ke level global.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut