Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Medina Dina Nyaris Terjebak Gelombang Panas Ekstrem saat Liburan di Italia
Advertisement . Scroll to see content

Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, 3 Singa di Kebun Binatang Tokyo Mati

Selasa, 04 Agustus 2026 - 11:22:00 WIB
Jepang Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, 3 Singa di Kebun Binatang Tokyo Mati
Tiga singa betina di Taman Zoologi Tama, Tokyo, Jepang, mati diduga akibat suhu panas ekstrem. (Foto: Ilustrasi/AP)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id – Tiga ekor singa betina di Taman Zoologi Tama, Tokyo, Jepang, mati dalam kurun waktu sepekan diduga akibat penyakit yang dipicu suhu panas ekstrem. Peristiwa ini menjadi yang pertama dialami kebun binatang tersebut di tengah musim panas yang semakin ekstrem di Jepang.

Perwakilan Taman Zoologi Tama, Miwa Kosaka mengatakan pihaknya belum pernah menghadapi kasus serupa meski suhu panas juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Ini adalah kali pertama kami mengalami kejadian seperti ini. Tahun lalu cuaca juga panas, namun tidak ada singa kami yang jatuh sakit seperti ini," ujar Kosaka kepada BBC, dilansir Selasa (4/8/2026).

Hasil autopsi ketiga singa berusia 3 hingga 15 tahun itu menunjukkan adanya dehidrasi sistemik dan kegagalan multiorgan. Temuan tersebut mengindikasikan stres akibat suhu panas sebagai penyebab utama, meski kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Singa pertama yang mati adalah Mugi, betina berusia 3 tahun. Hewan itu mulai kehilangan nafsu makan pada 19 Juli 2026 dan sehari kemudian sudah tidak mampu berdiri. 

Petugas sempat berupaya menyelamatkannya dengan memberikan cairan, vitamin, tonik hati, serta mendinginkan tubuhnya menggunakan ventilasi dan air. Namun, Mugi mati pada 28 Juli 2026.

Beberapa hari kemudian, Ichigo yang berusia 11 tahun mati pada 31 Juli 2026, disusul Luena, singa betina berusia 15 tahun yang mati pada 3 Agustus 2026.

Pihak kebun binatang mengungkapkan masih ada tiga singa lain, terdiri atas dua jantan dan satu betina, yang dalam kondisi sakit dan belum mampu berdiri. Ketiganya kini menjalani perawatan intensif berupa pemberian cairan, obat-obatan, dan vitamin.

"Beberapa singa menunjukkan tanda-tanda membaik," kata Kosaka.

Pihak kebun binatang menyebut empat singa lainnya telah menunjukkan pemulihan, sementara enam ekor lainnya tetap dalam kondisi sehat. Sebagai langkah antisipasi, singa-singa tersebut dipindahkan ke kandang yang dilengkapi pendingin ruangan portabel dan kipas angin industri.

Profesor kedokteran hewan Universitas Tokyo, Hideaki Karaki menjelaskan kelembapan udara yang tinggi membuat singa kesulitan menurunkan suhu tubuh. Berbeda dengan manusia, singa tidak berkeringat untuk mendinginkan tubuh, melainkan mengandalkan penguapan kelembapan dari saluran pernapasan melalui napas yang dalam.

Dalam kondisi udara yang sangat lembap, mekanisme tersebut tidak bekerja optimal sehingga suhu tubuh singa tetap tinggi. Selain itu, lonjakan suhu yang terjadi secara mendadak pada pertengahan Juli 2026 diduga membuat hewan-hewan tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi.

Musim panas tahun ini menjadi salah satu yang terpanas di Jepang. Sejumlah wilayah bahkan mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius. 

Berdasarkan data pemerintah Jepang, sedikitnya 18.000 orang dilarikan ke rumah sakit akibat sengatan panas (heatstroke) hanya dalam sepekan hingga 20 Juli 2026.

Pemerintah Jepang juga telah mengeluarkan peringatan suhu panas dan mengimbau masyarakat mengambil langkah-langkah pencegahan, termasuk mengenakan pakaian yang lebih ringan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut