Jepang Klaim Pulau Sengketa di Buku Putih Laporan Pertahanan, Korsel Protes Keras
SEOUL, iNews.id - Korea Selatan (Korsel), Jumat (22/7/2022), melayangkan protes terhadap Jepang terkait pencantuman kepulauan yang disengketakan dalam dokumen laporan pertahanan tahunan. Jepang menyebut pulau itu dengan Takeshima, sementara Korsel Dokdo.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korsel memprotes keras klaim Jepang atas kepulauan sebagaimana disebutkan dalam buku putih laporan pertahanan tahunan. Korsel mendesak agar klaim itu segera dicabut.
Laporan Pertahanan Jepang
Sementara itu dalam laporannya, Jepang tak secara spesifik mencantumkan pulau yang disengketakan. Disebutkan ada peningkatan ancaman keamanan nasional, termasuk dampak dari perang Rusia dengan Ukraina, intimidasi China terhadap Taiwan, serta potensi gangguan pada rantai pasokan teknologi.
Rekor Baru di Jepang! Infeksi Covid Melonjak 150.000 Kasus Sehari
Laporan tersebut diungkap menjelang permintaan anggaran Kementerian Pertahanan yang akan jatuh tempo pada Agustus. Laporan tersebut dibuat bertujuan untuk meraih dukungan publik atas rencana kenaikan anggaran militer dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Partai berkuasa Jepang, Partai Demokratik Liberal (LDP), sejak lama mengusulkan peningkatan anggaran militer besar-besaran dalam 10 tahun mendatang.
Sri Mulyani Sebut Hubungan Bilateral Indonesia-Korsel Makin Erat Gara-Gara K-Pop
“Persaingan politik, ekonomi, dan militer antar negara semakin jelas, dan tantangan yang ditimbulkan terhadap tatanan internasional adalah masalah global,” bunyi laporan, seperti dilaporkan Reuters.
Jepang Selidiki Dugaan Kelalaian Petugas terkait Pembunuhan Shinzo Abe
LDP berjanji akan menaikkan pengeluaran militer dua kali lipat menjadi 2 persen dari PDB. Target 2 persen itu akan menjadikan Jepang selaras dengan komitmen yang ditetapkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Jika terealisasi, Jepang akan menjadi negara dengan belanja pertahanan terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan China.
Berdasarkan data di buku putih, mengutip perkiraan OECD pertahanan untuk Jepang dan delapan negara lainnya, pengeluaran militer Jepang saat ini berada di kisaran 0,95 persen dari PDB, Amerika Serikat 3,12 persen, Korea Selatan 2,57 persen, dan China 1,2 persen. Sementara Rusia sebesar 2,73 persen.
Editor: Anton Suhartono