Jerman Bakal Kirim 2.700 Rudal Antipesawat ke Ukraina?
BERLIN, iNews.id – Jerman sedang mempertimbangkan untuk memasok 2.700 rudal antipesawat ke Ukraina. Pertimbangan itu muncul tatkala Kiev mati-matian berjuang untuk mempertahankan diri dari invasi Rusia.
Rencana pengiriman ribuan rudal ke Ukraina itu diungkapkan seorang sumber di Pemerintah Jerman kepada Reuters, Kamis (3/3/2022).
Kantor berita Jerman, DPA, sebelumnya melaporkan bahwa Kementerian Ekonomi Jerman telah menyetujui penyediaan rudal Strela buatan Uni Soviet. Rudal tersebut menjadi bagian dari inventaris tentara bekas Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman) pada era Perang Dingin.
Kendati demikian, Dewan Keamanan Federal Jerman belum menyetujui rencana tersebut. “(Namun) rudal-rudal itu siap untuk diangkut (ke Ukraina),” kata sumber tersebut.
Termasuk Indonesia, 141 Negara Menentang Invasi Rusia ke Ukraina
Sebelumnya, pada Minggu (27/2/2022) lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, negaranya akan memasok Ukraina dengan senjata antitank defensif, rudal permukaan-ke-udara, serta amunisi.
Kota Besar Pertama Ukraina Direbut Pasukan Rusia, Warga Diminta Tak Keluar Malam Hari
Menurut Scholz, Berlin akan memasok Kiev dengan 1.000 senjata antitank dan 500 rudal permukaan-ke-udara Stinger dari saham Bundeswehr. “Invasi Rusia ke Ukraina menandai titik balik. Adalah tugas kami untuk melakukan yang terbaik untuk mendukung Ukraina dalam mempertahankan diri melawan tentara invasi Putin (Presiden Rusia Vladimir Putin),” ungkap Scholz di Twitter, akhir pekan lalu.
Berlin juga menyetujui pengiriman 400 RPG dari Belanda dan permintaan Estonia untuk meneruskan howitzer GDR lama ke Ukraina. Finlandia membeli howitzer itu pada dekade 90-an, setelah runtuhnya Tembok Berlin. Helsinki kemudian menjual kembali senjata itu ke Estonia.
Editor: Ahmad Islamy Jamil