Jerman Dilanda Kebakaran Hutan, Ratusan Orang Terpaksa Dievakuasi
BERLIN, iNews.id - Lebih dari 300 petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melalap hutan di pingiran Berlin, Jumat (24/8/2018). Warga di desa-desa terdekat, seperti Frohnsdorf, Klausdorf, dan Tiefenbrunnen, pun dievakuasi.
Penduduk diminta bergegas meninggalkan rumah mereka dan hanya mengambil barang-barang mereka yang paling berharga seperti tanda pengenal dan obat-obatan.
Sebagian besar dari 540 penduduk desa tinggal kawasan tersebut.
"Terjadi beberapa kali kebakaran hutan sebelumnya namun tidak pernah sebesar ini," kata Wali Kota Treuenbrietzen, Michael Knappe, seperti dilaporkan Deutsche Welle.
WNI Kisahkan Dahsyatnya Kebakaran Hutan di Yunani, 88 Orang Tewas
Ahli meteorologi belum bisa memprediksi apakah hujan akan turun di area yang terbakar atau tidak.
Besarnya si jago merah memengaruhi lalu lintas kereta api regional antara Wannsee dan Juterbog, serta beberapa kereta yang menuju dan dari daerah di seluruh Jerman timur.
Begini Dahsyatnya Kebakaran Hutan di Yunani, Rumah dan Mobil Ludes
Pejabat lokal distrik Potsdam-Mittelmark, Christian Stein, mengatakan, kebakaran terjadi di beberapa tempat dan mencakup area seluas sekitar 300 hektar.
Gumpalan asap yang meningkat dilaporkan terlihat dari sejauh 10 kilometer. Api tidak hanya membakar tanah namun juga menyebar ke puncak pohon.
Pihak berwenang juga memperingatkan angin kencang bisa menyebabkan abu dan asap dari desa-desa yang dievakuasi sampai ke distrik selatan Berlin.
Kawasan Brandenburg mengalami musim panas ekstrem pada tahun ini disertai curah hujan yang langka selama beberapa bulan. Daerah luas mengering dan mengakibatkan meningkatnya risiko kebakaran.
Diperkirakan risiko yang lebih besar bisa terjadi jika semakin lama api terus mengamuk, sebab kawasan itu terletak di daerah yang sarat dengan amunisi, yakni di antara distrik Potsdam-Mittelmark dan Teltow-Flaming.
Pusat kendali regional Brandenburg menyebut terjadi beberapa ledakan. Ada beberapa bom bekas perang dunia kedua yang belum ditemukan dan dijinakkan.
"Ada tempat-tempat yang tidak bisa kami datangi," kata juru bicara layanan darurat.
Dia menambahkan, petugas pemadam kebakaran dipaksa untuk tetap berada di jalan yang sudah dibersihkan di beberapa area.
Editor: Nathania Riris Michico