Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Sindir Operasi Militer AS-Israel Gagal Total, Ubah Nama Jadi 'Fury Mistake'
Advertisement . Scroll to see content

Jerman Pikir-Pikir Beli Sistem Pertahanan Rudal dari Israel atau AS, Takut Rusia?

Sabtu, 02 April 2022 - 16:41:00 WIB
Jerman Pikir-Pikir Beli Sistem Pertahanan Rudal dari Israel atau AS, Takut Rusia?
Rudal Iskander milik Rusia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Jerman tengah mempertimbangkan untuk membeli sistem pertahanan rudal dari Israel atau Amerika Serikat (AS). Pasalnya, Jerman merasa terancam oleh Rusia, salah satunya rudal Iskander. 

Dilansir dari Jerman Welt am Sonntag pada Sabtu (2/4/2022), pemerintah Jerman merasa perlu melakukan hal itu untuk mempertahankan diri dari ancaman. Salah satunya rudal Iskander Rusia di Kaliningrad.

Kepala Pertahanan Jerman, Eberhard Zorn mengatakan, rudal Iskander dapat mencapai hampir seluruh Eropa barat. Selain itu, tidak ada perisai rudal sebagai perlindungan dari ancaman ini. 

“Israel dan Amerika memiliki sistem seperti itu. Mana yang kita pilih? Akankah kita berhasil membangun sistem (pertahanan rudal) secara keseluruhan di NATO? Ini adalah pertanyaan yang perlu kita jawab sekarang,” kata Zorn.

Dia tidak merinci nama sistem yang hendak dibeli. Tetapi besar kemungkinan, sistem yang dimaksud yakni Arrow 3 yang dibangun oleh Israel Aerospace Industries (IAI) ISRAI.UL dan sistem AS THAAD yang diproduksi oleh Raytheon RTX.N.

Pada 2018, Rusia mengatakan telah mengerahkan rudal Iskander ke Kaliningrad, bagian dari Rusia yang diapit antara Polandia dan Lithuania. Iskander merupakan sebuah sistem rudal balistik bergerak yang menggantikan rudal Scud Soviet. Dua peluru kendalinya dapat membawa hulu ledak konvensional atau nuklir.

Dalam pidato penting beberapa hari setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan, Berlin akan menaikkan pengeluaran pertahanannya menjadi lebih dari 2 persen dari output ekonominya. Sekitar 100 miliar euro (110 miliar dolar AS) akan disuntikkan ke militer.

Zorn termasuk dalam kelompok pejabat tinggi yang berkonsultasi dengan Scholz tentang cara membelanjakan uang ini.

“Sejauh ini, hanya satu hal yang jelas: Kami tidak punya waktu atau uang untuk mengembangkan sistem (pertahanan rudal) ini sendiri karena ancaman rudal diketahui sudah ada di sana,” kata Zorn.

Mengacu pada kurangnya pertahanan rudal jarak pendek Jerman yang dapat digunakan untuk melindungi pasukan saat bergerak atau di bawah ancaman saat dikerahkan, dia mengatakan Berlin telah mulai mempertimbangkan pembelian sistem semacam itu. Dan sekarang harus membuat keputusan.

Zorn menambahkan, Bundeswehr atau angkatan bersenjata Republik Federal Jerman harus menginvestasikan 20 miliar euro pada tahun 2032 untuk mengisi kembali penyimpanan amunisinya. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut