Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap Perang Panjang, Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS
Advertisement . Scroll to see content

Joe Biden Sebut Tak Akan Maju Pilpres AS 2024 jika Trump Mundur tapi Berubah Pikiran

Rabu, 06 Desember 2023 - 13:40:00 WIB
Joe Biden Sebut Tak Akan Maju Pilpres AS 2024 jika Trump Mundur tapi Berubah Pikiran
Joe Biden mengaku tak berminat ikut Pilpres AS 2024 jika Donald Trump tak jadi maju (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WESTON, iNews.id - Joe Biden tak berminat ikut lagi dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2024 jika Donald Trump tak jadi maju. Biden merasa dirinya lebih pantas menghadapi Trump, kandidat yang kemungkinan besar diusung Partai Republik dalam pilpres tahun depan.

Jika terwujud, Pilpres AS 2024 akan menjadi pengulangan pemilu sebelumnya pada 2020. Pilpres tersebut juga menjadi pemilihan orang nomor 1 di AS paling alot dalam sejarah negara tersebut.

Biden mengatakan, Partai Republik akan menjadi ancaman bagi AS ke depannya sehingga harus dihadapi.

“Jika Trump tidak mencalonkan diri, saya tidak yakin akan mencalonkan diri. Kita tak boleh membiarkan dia menang,” kata Biden, di acara penggalangan dana untuk kampanye Pilpres AS 2024 di luar Boston, Selasa (5/12/2023) waktu setempat, seperti dikutip dari Reuters.

Namun setelah tiba di Gedung Putih, Biden berubah pikiran. Dia mengatakan kepada wartawan tidak akan mundur dari pencalonan, meski Trump juga mundur.

"Tidak, tidak sekarang. Lihat, dia sedang berlari, dan saya juga harus lari,” ujarnya.

Para pengamat meragukan Biden bisa memimpin AS lagi untuk periode mendatang karena faktor usia jika memenangkan pilpres. Dia berusia 81 tahun pada bulan lalu, menjadi presiden tertua di AS dalam sejarah.

Selama kampanye pilpres pada 2020, Biden berkali-kali mengatakan keputusannya untuk mencalonkan diri disebabkan oleh cara Trump menangani berbagai masalah, termasuk demonstrasi kelompok nasionalis kulit putih pada 2017 di Charlottesville, Virginia.

Kini, dia mengusung ide yang sama, memosisikan Trump sebagai ancaman bagi demokrasi.

Biden mengumumkan pencalonannya pada April lalu karena merasa tak ada kandidat lain di Partai Demokrat, termasuk Wakil Presiden Kamala Harris, yang mampu menyaingi Trump. 

Hasil polling baru-baru ini mengungkap, Trump unggul atas Biden di beberapa negara bagian penting dan secara nasional.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut