Jubir Kelompok Anti-Taliban Tewas dalam Pertempuran di Panjshir
KABUL, iNews.id – Juru bicara gerakan perlawanan di Afghanistan, Fahim Dashti, tewas dalam pertempuran melawan Taliban di Provinsi Panjshir. Kematian lelaki yang juga berprofesi jurnalis itu dilansir oleh saluran berita Afghanistan, ToloNews, Minggu (5/9/2021).
Wartawan setempat melaporkan, Jenderal Abdul Wadud—keponakan mantan Menteri Pertahanan Afghanistan, Ahmad Shah Massoud—juga tewas dalam bentrokan yang sama. Sementara, seorang pembantu dekat Ahmad Massoud, pemimpin Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA), Saleh Registani, dilaporkan terluka.
Sejak menguasai Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus, Taliban belum berhasil menundukkan Provinsi Panjshir di barat laut Afghanistan. Daerah tersebut menjadi benteng perlawanan kelompok NRFA yang dimobilisasi di bawah komando Ahmad Massoud (putra dari Ahmad Shah Massoid yang masih berusia 32 tahun).
Ahmad Massoud mendirikan NRFA dan mulai melncarkan perlawan terhadap Taliban sejak 16 Agustus lalu. Dia telah bersumpah untuk melawan kelompok yang kini menguasai Afhanistan itu.
Pertempuran Taliban dengan Milisi, Amerika Ingatkan Potensi Perang Saudara di Afghanistan
Pada Minggu (5/9/2021), Massoud mengatakan, dia bersedia untuk memulai kembali perundingan dengan Taliban mengenai gencatan senjata atas seruan oleh para ulama untuk merundingkan penyelesaian pertempuran.
Infografis Abdul Ghani Baradar Bakal Pemimpin Baru Afghanistan
Beberapa upaya perundingan antara Taliban dan gerakan perlawanan yang dipimpin Massoud telah diadakan. Akan tetapi, semua upaya tersebut akhirnya gagal. Masing-masing pihak saling menyalahkan atas kekacauan di Afghanistan.
Pada hari yang sama, Taliban mengklaim telah merebut semua distrik di Panjshir, meski pertempuran masih berlangsung di pusat provinsi itu. Namun, klaim itu ditepis NRFA.
Pertempuran yang telah berlangsung selama berhari-hari dengan Taliban menyebabkan banyaknya korban berjatuhan di kedua belah pihak.
Editor: Ahmad Islamy Jamil