Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WNI Ditangkap di Turki, Diduga Jual Warga Rohingya ke Luar Negeri
Advertisement . Scroll to see content

Juru Bicara Rohingya Ditembak Mati di Kamp Pengungsian Bangladesh

Kamis, 30 September 2021 - 13:37:00 WIB
Juru Bicara Rohingya Ditembak Mati di Kamp Pengungsian Bangladesh
Pengungsi Rohingya. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

DHAKA, iNews.id - Seorang pemimpin pengungsi Rohingya ditembak mati orang tak dikenal di kamp Bangladesh. Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atau berada di balik aksi tersebut.

Mohibullah (50) tewas ditembak di kamp pengungsi Kutupalong, Ukhiya, Distrik Cox's Bazar, Rabu (29/9/2021) malam. Dia merupakan seorang guru yang tampil menjadi juru bicara yang mewakili kelompok etnis Muslim dalam pertemuan internasional.

Komandan Batalyon Polisi Bersenjata Bangladesh, Naimul Haque mengatakan, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum dinyatakan meninggal. 

Mohibullah pernah mengunjungi Gedung Putih pada tahun 2019 untuk pertemuan tentang kebebasan beragama dengan Presiden Donald Trump saat itu. Dia juga berbicara tentang penderitaan dan penganiayaan yang dihadapi oleh kaum Rohingya di Myanmar.

Pada tahun yang sama, Mohibullah dikritik keras oleh media Bangladesh setelah dia memimpin demonstrasi besar-besaran yang diikuti 200.000 pengungsi. Demonstrasi itu untuk menandai ulang tahun kedua yang dilakukan militer Myanmar terhadap kaum Rohingya.

Serangan tersebut menyebabkan sekitar 700.000 kaum Rohingya, termasuk Mohibullah, melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

Human Rights Watch menyebut Mohibullah sebagai suara vital bagi komunitas Rohingya. Dia dinilai selalu membela hak-hak kaum Rohingya untuk kembali dengan aman dan bermartabat serta memiliki suara dalam keputusan mengenai kehidupan dan masa depan mereka.

"Pembunuhan adalah risiko yang dihadapi oleh orang-orang di kamp-kamp saat mereka berbicara untuk kebebasan dan menentang kekerasan,” kata direktur kelompok hak asasi Asia Selatan,  Meenakshi Ganguly. 

Dia meminta pihak berwenang Bangladesh segera menyelidiki pembunuhan Mohibullah bersama dengan serangan lain terhadap aktivis Rohingya di kamp-kamp itu.

Secara keseluruhan, Bangladesh telah menampung lebih dari 1,1 juta pengungsi Rohingya dari Myanmar. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut