Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York
Advertisement . Scroll to see content

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

Jumat, 18 September 2026 - 10:12:00 WIB
Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir
Friedrich Merz menyebut era hubungan baik Eropa dengan Amerika Serikat yang dibangun sejak Perang Dunia II telah berakhir (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

BERLIN, iNews.id - Kanselir JermanFriedrich Merz menyampaikan pernyataan mengejutkan, era hubungan baik "tanpa syarat" antara Eropa dengan Amerika Serikat (AS) yang terbangun sejak Perang Dunia II telah berakhir, setidaknya untuk saat ini. Pernyataan Merz tersebut menandai babak baru retaknya hubungan Eropa dengan AS di masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Era persahabatan transatlantik tanpa syarat ini mungkin telah berakhir untuk masa mendatang,” kata Merz, dalam pidato kepada anggota partainya menjelang pemilu Berlin, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/9/2026).

Dia menambahkan, terjadi perubahan sikap politik dan penilaian terhadap aliansi transatlantik Eropa-AS yang tidak diduga sebelumnya.

Merz membandingkan hubungan AS saat ini dengan kunjungan presiden-presiden AS sebelumnya ke Berlin. Dia juga mengutip pidato-pidato terkenal oleh John F Kennedy dan Ronald Reagan.

Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah dia berbicara melalui telepon dengan Trump. Kedua pemimpin menekankan hubungan khusus Jerman dan AS.

Mereka juga membahas upaya AS untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina serta gangguan perdagangan di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Hubungan Jerman-AS panas-dingin setelah Trump memuji kemenangan mengejutkan partai sayap kanan jauh, Alternatif untuk Jerman (AfD), dalam pemilu negara bagian pada awal September. Kemenangan AfD, oposisi pemerintah, mengguncang tatanan politik negara itu serta memicu seruan agar Merz mundur.

Di sisi lain, Merz memiliki rekam jejak memprovokasi pemerintahan Trump dengan retorikanya. Pada April, dia mengatakan para negosiator damai AS sedang dipermalukan oleh Iran. Trump merespons pernyataan itu dengan pengumuman penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut