Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Peringatkan AS: Pusat Data hingga AI Akan Dihancurkan jika Perang Berlanjut
Advertisement . Scroll to see content

Kalah dari Lula da Silva, Capres Brasil Flavio Bolsonaro Kabur ke AS untuk Hindari Kasus Korupsi?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46:00 WIB
Kalah dari Lula da Silva, Capres Brasil Flavio Bolsonaro Kabur ke AS untuk Hindari Kasus Korupsi?
Kandidat presiden Brasil Flavio Bolsonaro terbang ke AS setelah kalah dalam pilpres putaran kedua pada Minggu (25/10) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kandidat presiden BrasilFlavio Bolsonaro terbang ke Amerika Serikat (AS) setelah kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada Minggu (25/10/2026). Kepergiannya menjadi sorotan karena berlangsung di tengah penyelidikan dugaan pencucian uang dan setelah dia mengabaikan perintah Mahkamah Agung Brasil untuk menyerahkan paspor.

Putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro itu tiba di Miami, Florida, pada Rabu (28/10/2026) bersama istri dan dua putrinya. Dia meninggalkan Brasil ketika menghadapi penyelidikan dugaan kejahatan keuangan dan pencucian uang yang masih berjalan.

Menurut laporan Reuters, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Flavio dan keluarganya diberikan visa untuk memasuki negara tersebut.

Kepergiannya terjadi setelah Flavio melewatkan tenggat penyerahan paspor kepada kepolisian federal Brasil pada Selasa (27/10/2026). Perintah itu dikeluarkan dalam rangka penyelidikan dugaan pencucian uang yang juga melibatkan pengacara Willer Tomaz, yang dikenal sebagai teman Flavio. Keduanya membantah melakukan pelanggaran.

Flavio sebelumnya menyatakan tidak berniat meninggalkan Brasil dan berjanji menyerahkan paspornya. Dia juga mengatakan akan mengorganisasi oposisi terhadap pemerintahan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva.

Namun, pada Selasa malam, Flavio bersama keluarganya diketahui memasuki Argentina sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat pribadi menuju Guayaquil, Ekuador. Pesawat kemudian terbang ke Bandara Eksekutif Miami-Opa Locka, Florida.

Belum ada bukti yang memastikan bahwa tujuan Flavio meninggalkan Brasil semata-mata untuk menghindari proses hukum. Namun, keberangkatannya ketika penyelidikan berlangsung dan perintah penyerahan paspor belum dipenuhi memicu sorotan terhadap langkah politisi tersebut.

Flavio Belum Akui Kekalahan

Kepergian Flavio ke AS terjadi hanya beberapa hari setelah dia kalah dalam pilpres Brasil. Dia dikalahkan petahana Lula da Silva dalam pemungutan suara putaran kedua pada Minggu (25/10/2026).

Kemenangan tersebut menjadikan Lula sebagai presiden pertama Brasil yang menjabat selama empat periode. Hasil pemilu itu sekaligus menggagalkan upaya keluarga Bolsonaro untuk kembali memimpin negara terbesar di Amerika Selatan tersebut.

Flavio belum secara resmi mengakui kekalahannya. Setelah pemungutan suara, dia sempat menyatakan akan meminta pembatalan hasil pemilu dengan alasan dugaan ketidakberesan dalam proses pemungutan suara.

Partai Liberal yang mengusung Flavio, bagaimanapun, telah menyatakan mengakui kemenangan Lula.

Kepergian Flavio juga mengejutkan sejumlah orang di lingkaran politiknya. Koordinator kampanyenya sebelumnya berharap Flavio tetap berada di Brasil untuk memimpin oposisi terhadap pemerintahan Lula.

Diselidiki dalam Kasus Pencucian Uang

Mahkamah Agung Brasil memerintahkan Flavio menyerahkan paspornya dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang. Hakim Alexandre de Moraes disebut mempertimbangkan risiko Flavio meninggalkan negara tersebut serta kemampuan finansialnya.

Penyelidikan itu juga melibatkan Willer Tomaz, seorang pengacara yang memiliki hubungan pertemanan dengan Flavio. Keduanya membantah melakukan kesalahan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena Flavio masih menjabat sebagai senator. Kekebalan hukumnya sebagai anggota parlemen dijadwalkan berakhir ketika masa jabatannya di Senat berakhir pada Februari 2027.

Sementara itu, belum jelas bagaimana Flavio dapat meninggalkan Brasil ketika menghadapi perintah penyerahan paspor. Seorang pejabat senior kepolisian federal Brasil mengatakan kepada Reuters bahwa Flavio tidak tercatat meninggalkan negara itu melalui pos pemeriksaan imigrasi resmi.

Mengikuti Jejak Ayahnya ke AS

Kepergian Flavio mengingatkan publik pada langkah ayahnya, Jair Bolsonaro, yang pergi ke AS setelah kalah dari Lula dalam pemilihan presiden 2022 dan menolak mengakui kekalahan tersebut.

Jair kemudian kembali ke Brasil dan dijatuhi hukuman 27 tahun penjara atas kasus perencanaan kudeta. Kasus itu berkaitan dengan upaya mempertahankan kekuasaan setelah kekalahannya dari Lula.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan dukungan kepada keluarga Bolsonaro dan menuding proses hukum terhadap Jair sebagai bentuk persekusi politik. Pemerintahan Trump juga menyatakan akan mengizinkan Flavio dan keluarganya memasuki AS.

Kepergian Flavio berpotensi memperburuk hubungan Brasil dan AS. Lula sebelumnya menuduh Washington berupaya membantu keluarga Bolsonaro kembali berkuasa melalui dukungan politik.

Dengan Flavio berada di AS di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, perhatian kini tertuju pada langkah berikutnya dari otoritas Brasil dan kemungkinan dampaknya terhadap hubungan diplomatik kedua negara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut