OTTAWA, iNews.id - Kanada mengumumkan telah menarik 41 diplomatnya dari India. Penyebabnya yakni perselisihan terkait kasus pembunuhan tokoh Sikh di Kanada.
Kebijakan itu dinilai mengancam layanan diplomatik warga India di Kanada.
Wapres AS: Jika Iran Memperoleh Senjata Nuklir, Arab Saudi Juga Mendapatkannya
"Kami telah memfasilitasi kepulangan mereka dengan aman dari India," kata Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly, seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu (21/10/2023).
Hubungan antara India dan Kanada telah merosot sejak Perdana Menteri Justin Trudeau bulan lalu secara terbuka menghubungkan intelijen India dengan pembunuhan warga negara Kanada, Hardeep Singh Nijjar.
WNI Buka Warung Mas Ganjar di AS dan Kanada: Mengajak Memilih Pemimpin Bersih-Merakyat
Nijjar, yang mendukung negara Sikh yang terpisah dari India, dicari oleh otoritas India atas dugaan terorisme dan konspirasi untuk melakukan pembunuhan.
"Pencabutan imunitas diplomatik bagi 41 diplomat bukan hanya tanpa preseden, tetapi juga bertentangan dengan hukum internasional," kata Joly.
India Usir Puluhan Staf Diplomatik Kanada, Diberi Waktu 5 Hari
Namun Kanada tidak berencana untuk membalas dengan cara yang sama, agar tidak memperburuk situasi.
"Kanada akan terus mempertahankan hukum internasional yang berlaku untuk semua negara dan akan terus berkomunikasi dengan India," katanya.
Sebelumnya,Kanada telah meminta India untuk bekerja sama dalam penyelidikan. Namun, New Delhi telah menolak tudingan tersebut dan mengambil tindakan balasan, seperti menutup layanan visa bagi warga Kanada.
Ottawa juga mengusir seorang diplomat India sebagai tindakan balasan.
Pemerintah India telah menyebut tudingan atas pembunuhan tersebut sebagai absurd dan menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Kanada.
New Delhi juga sementara menghentikan pemrosesan aplikasi visa di Kanada.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku