Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Metro Selidiki Viral Dugaan Prostitusi Anak di Jakarta Libatkan WN Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Kapal Induk Jepang Akan Tur Samudera Hindia, Mampir ke Indonesia

Rabu, 04 Juli 2018 - 12:58:00 WIB
Kapal Induk Jepang Akan Tur Samudera Hindia, Mampir ke Indonesia
JS Kaga (Foto: Pasukan Bela Diri Maritim Jepang)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Kapal induk Jepang khusus mengangkut helikopter, JS Kaga, akan menjalani tur di Samudera Hindia dan Laut China Selatan selama dua bulan.

Tur kedua yang dilakukan dalam dua tahun terakhir ini bertujuan mempertegas kehadirannya di kawasan maritim yang strategis.

"Ini bagian dari upaya Jepang untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata seorang pejabat pemerintahan Jepang yang tidak disebutkan identitasnya, dikutip dari Reuters, Rabu (4/7/2018).

Kapal sepanjang 248 meter itu akan melintasi Asia Tenggara termasuk singgah di Indonesia. Selain itu, Asia Selatan juga akan dilintasi, termasuk India dan Sri Lanka.

JS Kaga tak sendiri, melainkan didampingi kapal pengawal. Selain menjalankan misi di kawasan, JS Kaga juga akan mengikuti latihan tempur bersama kapal perang dari negara lain.

Tahun lalu Jepang mengirim kapal induk JS Izumo dalam tur yang sama di Samudera Hindia dan Laut China Selatan.

Juru bicara Pasukan Bela Diri Maritim Jepang enggan mengomentari laporan dari pejabat anonim tersebut. Operasi JS Kaga akan dimulai pada September 2018.

Kehadiran militer Jepang di Laut China Selatan semakin dirasakan terkait kepentingan negara itu serta sekutunya, Amerika Serikat (AS). Tak bisa dipungkiri, Laut China Selatan merupakan jalur ekonomi strategis bagi kedua negara. Namun klaim China serta kehadiran militernya di perairan itu meningkatkan ketegangan.

Meski demikian Jepang lebih menahan diri untuk berkonfrontasi dengan China di Laut China Selatan dibandingkan AS. Jepang tak ambil bagian dalam operasi kebebasan navigasi yang dipimpin AS.

Alasannya Jepang khawatir langkah itu dapat memprovokasi China. Dampaknya China akan meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Timur. Kedua negara masih bersengketa soal kepemilikan pulau tak berpenghuni di laut China Timur. Jepang memberi nama pulau tersebut dengan Senkaku, sedangkan China Diaoyu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut