Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Patungan Krakatau Steel dan Osaka Steel Jepang Tutup Operasi di RI, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Kapal Pencari Ikan Rusia Angkut 21 Kru Hilang di Laut Jepang

Jumat, 26 Januari 2018 - 01:05:00 WIB
Kapal Pencari Ikan Rusia Angkut 21 Kru Hilang di Laut Jepang
Kapal ikan berbendera Rusia, Vostok, hilang di laut Jepang. Kapal mengangkut 21 kru. (Foto: Ilustrasi kapal ikan/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Kapal pencari ikan Rusia, Vostok, hilang di Laut Jepang, Kamis (25/1/2018). Kapal yang mengangkut 21 kru itu terakhir mengirim sinyal radio darurat pada Kamis pagi waktu setempat.

Badan kedaruratan Rusia menyatakan, posisi terakhir kapal berjarak sekitar 200 kilometer dari pantai wilayah Primorye. Saat itu kondisi cuaca di lokasi kapal terakhir mengirim sinyal darurat sangat buruk dengan angin kencang dan ketinggian gelombang mencapai 5 meter. Sejak itu, kapal menghilang dari layar global positioning system (GPS).

“Usaha untuk berkomunikasi dengan kapal selalu gagal,” demikian pernyataan badan tersebut, dikutip dari AFP.

Helikopter dan kapal penyelamat dikerahkan untuk mencari kapal Vostok di lokasi kontak terakhir. Petugas hanya mendapati sebuah rambu posisi dan dua pelampung mengambang di laut. Hasil pencarian di area seluas 4.100 km persegi masih nihil. Namun otoritas tetap melanjutkan pencarian di malam hari.


Kantor berita Ria Novosti melaporkan, seluruh kru merupkan warga Rusia, meski kapal berangkat dari pelabuhan Donghae di Korea Selatan. Sebelumnya, badan kedaruratan Rusia sudah memberi peringatan akan cuaca buruk di Laut Jepang. Tak hanya itu, kapal-kapal berisiko tertutup es karena suhu di lokasi sangat dingin.

“Suhu rendah dan angin kencang bisa membuat setiap kapal yang melintasi bagian utara Laut Jepang akan tertimbun es. Itu bahayanya,” kata juru bicara pusat cuaca wilayah Primorye.

Prediksi itu dibenarkan oleh keluarga korban. Mereka mendapat kabar langsung dari kru bahwa cuaca ekstrem menyebkan kapal dengan cepat ditutupi es. Dampaknya laju kapal jadi tak stabil.

Kapal spesialis penangkap kepiting itu merupakan milik perusahaan besar penangkap hasil laut yang berbasis Pulau Sakhalin, Rusia.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut