Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polri dan Polisi China Saling Tukar Buronan: 3 WN China Diserahkan, 1 WNI Dibawa Pulang
Advertisement . Scroll to see content

Kebutuhan Vaksin Global Diprediksi Sulit Terpenuhi, Ini Alasannya

Rabu, 18 November 2020 - 05:30:00 WIB
Kebutuhan Vaksin Global Diprediksi Sulit Terpenuhi, Ini Alasannya
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id – Kebutuhan akan vaksin Covid secara global diprediksikan sulit terpenuhi. Ini mengingat jumlah kasus positif menjelang musim dingin tahun ini yang tak kunjung turun.

“Kalau pun pemerintah, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra lainnya bekerja sama, maka pemenuhan 2 miliar dosis vaksin rasanya sulit tercapai,” ungkap Direktur Pusat Penelitian Vaksin Peking University, Cui Fuqiang, dalam pernyataan yang dikutip media penyiaran resmi China, Selasa (17/11/2020).

Bahkan, kata dia, kalau pun target produksi tercapai maka vaksin tersebut tidak akan mampu mencukupi kebutuhan setiap orang.

“Ini pentingnya pemerintah, perusahaan, LSM, dan mitra lainnya membuat konsensus bahwa siapa yang paling membutuhkan perlindungan kesehatan harus diprioritaskan untuk memaksimalkan penggunaan vaksin,” ujarnya.

Covax, yang mewadahi 186 negara agar bisa mendapatkan akses vaksin corona secara adil, memiliki program mendistribusikan dua miliar dosis vaksin hingga akhir 2022. Namun, menurut Cui, target tersebut menjadi tantangan tersendiri terhadap daya produksi.

“Agar Covax bisa bekerja sesuai rencana, maka yang utama (mendapatkan perhatian) adalah kemampuan produksi. Dari semua kandidat, hanya sedikit vaksin yang dinyatakan berhasil. Secara statistik, hanya 5 sampai 10 persen kandidat vaksin yang akhirnya mendapatkan persetujuan,” ucap pakar asal China itu.

Meskipun Covax telah menetapkan prinsip-prinsip distribusi dengan pertimbangan keadilan, kerentanan populasi, dan tingkat rasio penularan di suatu negara, lanjut dia, masih perlu adanya klausul sebagai petunjuk pelaksana distribusi.

“Selain itu, yang perlu diberitahukan sejak awal kepada publik adalah bagaimana pendistribusiannya karena vaksin tidak akan cukup memenuhi kebutuhan semua orang,” kata Cui.

Kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinopharm, BUMN China, hasil uji klinisnya pada Jumat (13/11), lebih bagus dari perkiraan semula.

Organsasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 10 kandidat vaksin Covid-19 telah memasuki uji klinis tahap ketiga pada akhir Oktober lalu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut