Kecelakaan Kereta Tewaskan 50 Orang, Penyelidik Minta Warga Kirim Foto-Foto Kejadian
TAIPEI, iNews.id - Penyelidikan kecelakaan kereta di Hualien, Taiwan, yang menewaskan sedikitnya 50 orang pada Jumat pekan lalu terus berlangsung.
Jaksa penuntut mengumpulkan keterangan seputar kecelakaan kereta terburuk sejak 70 tahun di Taiwan itu, termasuk meminta foto dari atau video warga yang mengabadikan peristiwa.
Jaksa Wilayah Hualien Yu Hsiu Tuan, seperti dikutip dari Associated Press, Senin (5/4/2021), mengatakan, ada beberapa warga yang mungkin memotret atau merekam kejadian, termasuk dari lokasi konstruksi di atas jalur kereta Toroko Express.
Kecelakaan disebabkan truk konstruksi yang berjalan menuruni lereng bukit menuju rel. Di saat bersamaan melaju kereta Toroko Express yang melaju dengan kecepatan 130 kilometer per jam.
Kereta nahas tersebut mengangkut 494 orang, sekitar 150 di antaranya tak mendapatkan tempat duduk.
Akibat benturan dengan truk, sebagian gerbong tergelincir begitu memasuki terowongan, mengempaskan para penumpang, terutama yang berdiri.
Truk tersebut dikemudikan supervisor lokasi konstruksi, Lee Yi Hsiang, dan sudah ditahan pada Minggu. Dia ditahan selama 2 bulan dan tak diperbolehkan menjalin kontak dengan dunia luar karena khawatir berkomunikasi dengan orang lain untuk menghilangkan barang bukti.
Lee menyampaikan permintaan maaf sambil menangis saat dibawa dari rumahnya. Dia menegaskan akan bekerja sama sepenuhnya untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta siap bertanggung jawab.
Hasil penyelidikan awal mengungkap, masinis hanya memiliki waktu 6,9 detik untuk bereaksi begitu melihat truk di rel. Masinis dan asistennya tewas dalam kecelakaan itu. Sebagian besar korban tewas berada di empat gerbong paling depan dari total delapan.
Menteri Perhubungan Lin Chia Lung juga mengajukan pengunduran diri dengan mengatakan akan bertanggung jawab penuh.
Namun Perdana Menteri Su Tseng Chang memintanya untuk tetap di jabatan untuk sementara waktu.
Lin juga menjabat menhub saat kecelakaan kereta pada Oktober 2018. Kereta ekspres tergelincir saat berbelok di tikungan sempit pantai timur laut dalam kecepatan tinggi, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai hampir 200 orang.
Editor: Anton Suhartono