Kembali Salahkan China soal Wabah Corona, Donald Trump: Ini Harus Ada Konsekuensinya
WASHINGTON DC, iNews.id – Amerika Serikat kembali menunjuk hidung China atas wabah virus corona (Covid-19) yang kini sudah menelan lebih dari 161.000 korban jiwa secara global. Presiden AS Donald Trump menyatakan, China harus menghadapi konsekuensi besar jika negeri tirai bambu itu memang terbukti bertanggung jawab atas pandemi saat ini.
“Kalau itu memang kesalahan, ya itu kesalahan. Tapi kalau mereka secara sadar bertanggung jawab, ya menurut saya harus ada konsekuensi,” kata Trump kepada para wartawan pada konferensi pers harian di Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (18/4/2020), seperti dikutip kembali dari Reuters.
Dia tidak memberikan keterangan secara perinci soal tindakan apa saja yang mungkin akan diambil Amerika Serikat terhadap China. Trump dan beberapa pembantu seniornya telah mengeluarkan kritik tajam terhadap China, menganggap negara itu tidak transparan mengungkapkan informasi sejak virus corona muncul di Kota Wuhan, akhir tahun lalu.
Pekan ini, Trump juga telah menghentikan bantuan bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dia cap terlalu berpihak kepada China. Washington dan Beijing, dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia, akhir-akhir ini secara terbuka menunjukkan perdebatan soal virus tersebut ke publik.
Donald Trump: Physical Distancing Muslim saat Ramadan Sama Seperti Paskah
Trump pada awalnya memuji langkah China dalam menangani wabah corona. Akan tetapi dia dan beberapa pejabat tinggi AS juga menyebut wabah tersebut sebagai “virus China” dan dalam beberapa hari belakangan meningkatkan kritik tajam ke Beijing.
Trump mengklaim, hubungan AS-China sejauh ini masih berjalan dengan baik sampai kemudian keduanya meraih kesepakatan di sektor pertanian tahap pertama—yang dicapai baru-baru ini dengan tujuan untuk memadamkan perang dagang antara kedua negara.
Trump berdalih, sekarang ini dia hanya mempertanyakan kepada para pejabat Tiongkok, apakah kemunculan wabah corona adalah kesalahan yang tak bisa dihindari, atau dilakukan secara sengaja oleh China. “Ada perbedaan besar antara kedua hal itu,” tutur politikus Partai Republik itu.
AS berulang kali menuduh China sebagai biang kerok dari pandemi Covid-19. Negeri Paman Sam menduga ada peran laboratorium di Institut Virologi Wuhan di balik kemunculan virus baru itu.
Namun, pihak laboratorium dengan tingkat keamanan maksimum (P4) itu menampik keras klaim AS tersebut. Yuan Zhiming, sang direktur lab, menyebut tudingan Washington itu sebagai perkara mustahil.
Editor: Ahmad Islamy Jamil