MOSKOW, iNews.id - Direktur pasukan Garda Nasional Rusia Viktor Zolotov mengungkap alasan mengapa tentara bayaran Wagner Group bisa bergerak dengan cepat ke Moskow tanpa ada hambatan. Tentara bayaran di bawah komando Yevgeny Prigozhin, memberontak pada akhir pekan lalu untuk menggulingkan kepemimpinan militer Rusia di Moskow.
Namun di tengah perjalanan atau sekitar 200 km dari Moskow mereka memutuskan mundur tak jadi berperang dengan pasukan Rusia.
Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Penjara Seumur Hidup karena Korupsi Rp330 Miliar
Zolotov yang juga sekutu sekat Presiden Vladimir Putin mengatakan, pasukan yang setia kepada negara saat itu fokus memperkuat pertahanan ibu kota.
“Ini sangat sederhana, kami memusatkan seluruh kekuatan di Moskow,” kata pria yang pernah menjabat komandan pasukan pengawal kepresidenan Rusia pada 2000 hingga 2013 itu, dikutip dari Reuters, Selasa (27/6/2023).
Pesawat Jet Pribadi Bawa Bos Tentara Bayaran Rusia Prigozhin Mendarat di Belarusia
Dia menambahkan terus berhubungan dengan Putin pada Jumat dan Sabtu, dua hari saat pemberontakan berlangsung.
Belajar dari pemberontakan ini, lanjut dia, pasukan Garda Nasional ke depannya akan dilengkapi persenjataan berat dan tank karena harus siap sedia setiap saat untuk mempertahankan ibu kota.
Terungkap! Sejumlah Pesawat dan Helikopter Rusia Ditembak Jatuh saat Pemberontakan Wagner Group
Zolotov menegaskan anak buahnya siap bertempur sampai tetes darah penghabisan untuk membela negara.
"Mereka semua akan setia sampai mati," kata Zolotov.
Garda Nasional Rusia dibentuk pada 2016 dan kini memiliki kekuatan 340.000 personel. Tugasnya memastikan ketertiban dan keamanan bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Keamanan Federal (FSB).
Sebelumnya Prigozhin mengatakan, konvoi tentaranya menempuh perjalanan 780 kilometer dalam sehari hingga posisi mereka hanya berjarak 200 km dari Moskow. Dia memuji kemampuan gerak pasukannya dengan menyebut mereka berkelas master.
Editor: Anton Suhartono
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku