Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Kendaraan Amfibi Marinir AS Tenggelam di Laut, 1 Tentara Tewas dan 8 Hilang

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:01:00 WIB
Kendaraan Amfibi Marinir AS Tenggelam di Laut, 1 Tentara Tewas dan 8 Hilang
Kendaraan amfibi marinir AS tenggelam di laut California (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LOS ANGELES, iNews.id - Delapan tentara Amerika Serikat (AS) masih dinyatakan hilang di laut setelah kendaraan amfibi (AAV) yang mereka naiki tenggelam saat mengikuti latihan di lepas pantai Pulau San Clemente, California.

Pejabat militer di Camp Pendleton, California, Joseph Osterman, mengatakan satu dari delapan marinir yang diselamatkan dalam insiden meninggal setelah dirawat di rumah sakit. Dua lainnya dalam kondisi serius di ruang ICU.

Delapan tentara lainnya yang hilang, terdiri dari tujuh anggota marinir dan seorang personel Angkatan Laut AS. Mereka tak juga ditemukan dalam pencarian hingga Jumat (31/7/2020) setelah hampir 24 jam kecelakaan.

Kecelakaan terjadi dalam latihan rutin yang dilakukan Unit Ekspedisi Marinir ke-15 di Pulau San Clemente, Samudera Pasifik, sekitar 105 kilometer dari San Diego. Kendaraan tenggelam pada Kamis pukul 17.45 waktu setempat saat berada sekitar 1 kilometer dari garis pantai pulau.

Saat itu ada 16 tentara di atas kendaraan lapis baja yang hendak membawa pasukan dari kapal ke pantai.

"Ketika air mulai masuk AAV, mereka memberi isyarat bahwa seluruh unit dalam masalah," kata Osterman, dikutip dari AFP, Sabtu (1/8/2020).

Dua AAV dan sebuah kapal langsung ke lokasi untuk menyelamatkan para tentara hingga berhasil mengevakuasi delapan orang.

Sementara kondisi korban belum hilang diketahui, apakah sempat keluar dari kendaraan seberat 26 ton itu atau masih terjebak di dalam. Menurut Osterman, kendaraan tenggelam di kedalaman puluhan meter, terlalu dalam untuk dijangkau penyelam.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyampaikan penyesalannya dalam insiden tragis tersebut.

"Sangat sedih dengan insiden tragis ini. Tetaplah berdoa bagi para marinir, pelaut, dan keluara mereka saat pencarian masih berlanjut," kata Esper, dalam cuitan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut