Kerangka Perempuan dari 5.000 Tahun Silam Ditemukan di Jerman, Dinamai Nyonya Bietikow

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 06 November 2020 - 19:35:00 WIB
Kerangka Perempuan dari 5.000 Tahun Silam Ditemukan di Jerman, Dinamai Nyonya Bietikow
Kerangka manusia dari Periode Neolitik yang ditemukan di wilayah Uckermark, Jerman. (Foto: AFP)

BERLIN, iNews.id – Peneliti Jerman mengumpulkan kerangka seorang perempuan yang hidup pada zaman prasejarah dan meninggal 5.000 tahun silam, di Periode Neolitik. Kerangka itu ditemukan di tengah proyek penggalian untuk turbin angin di wilayah Uckermark, bagian timur laut Jerman.

Kerangka manusia itu kemudian dinamai “Lady of Bietikow” yang berarti “Nyonya dari Bietikow”, lantaran ditemukan di dekat sebuah desa dengan nama yang sama di Uckermark. Menurut media setempat, tulang-belulang itu dikuburkan di pemukiman dalam posisi jongkok—salah satu metode penguburan tertua yang dikenal dalam sejarah peradaban manusia.

Hasil investigasi menunjukkan, perempuan itu berusia antara 30 dan 45 tahun saat meninggal. Menurut perkiraan, jasadnya dikuburkan sejak ribuan tahun yang lalu.

Dengan kata lain, perempuan itu hidup pada periode yang sama dengan “Oetzi the Iceman” alias “Oetzi Si Manusia Es”, mayat yang terawetkan secara alami dan menakjubkan, yang ditemukan oleh para turis di Pegunungan Alpen pada 1990-an.

“Anda bisa membandingkan Oetzi dan Lady of Bietikow dalam hal usia,” kata arkeolog Jerman, Philipp Roskoschinski, dikutip AFP, Jumat (6/11/2020).

Oetzi ditemukan oleh dua pendaki pada 1991 di Pegunungan Alpen Oetztal, di perbatasan antara Austria dan Italia. Tubuh lelaki itu sangat terawat, dengan organ, kulit, dan material organik lainnya yang masih utuh. Peneliti bahkan dapat melihat apa yang dimakan Oetzi beberapa jam sebelum dia meninggal.

“Penemuan Oetzi jauh lebih spektakuler karena kelestarian jasadnya,” kata Roskoschinski.

Sementara, yang tersisa dari Nyonya dari Bietikow hanyalah tulang dan beberapa potongan pakaian. Walaupun demikian, para peneliti masih berhasil mengumpulkan beberapa detail tentang hidupnya.

Selama Periode Neolitik, manusia pertama kali memasukkan biji-bijian ke dalam daftar makanan mereka. Itu karena biji-bijian dapat disimpan lebih mudah daripada daging dan juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran, kata antropolog Bettina Jungklaus.

Akan tetapi, budaya semacam itu menyebabkan kemerosotan kesehatan pada orang-orang di zaman itu. Hal tersebut bisa dilihat dari kondisi gigi Nyonya Bietikow yang terkikis parah dan hilang seluruhnya di beberapa tempat, kata Jungklaus.

“Biasanya ada enamel di permukaan gigi. Tapi di sini (Nyonya Bietikow) sudah lusuh, keropos,” katanya.

“Ini memungkinkan kami untuk menarik kesimpulan tentang dietnya: mungkin sangat kaya serat, sangat keras. Ada butiran tertentu yang menyebabkan gigi mudah rusak,” tuturnya.

Masih belum jelas apakah kondisi gigi Nyonya Bietikow mengindikasikan adanya penyakit atau bahkan mungkin yang menjadi penyebab kematiannya. Para peneliti kini berharap untuk mengetahui lebih banyak tentang hidupnya, termasuk apakah dia berasal dari wilayah Uckermark atau telah berimigrasi ke sana dari tempat lain.

Editor : Ahmad Islamy Jamil