Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Keren, Selama Setahun Tak Ada Satu pun Kasus Penularan Lokal Covid di Negara Ini

Jumat, 07 Mei 2021 - 13:33:00 WIB
Keren, Selama Setahun Tak Ada Satu pun Kasus Penularan Lokal Covid di Negara Ini
Brunei Darussalam tak memiliki satu pun kasus Covid-19 penularan lokal sejak setahun terakhir (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BANDAR SERI BEGAWAN, iNews.id -  Brunei Darussalam mencatat prestasi dalam pengendalian pandemi Covid-19. Negara itu tak mengalami satu pun kasus penularan lokal virus corona selama setahun, hingga Kamis (6/5/2021).

Sejak kasus Covid-19 pertama dilaporkan pada 9 Maret 2020, negara berpenduduk sekitar 450.000 jiwa itu memperketat penjagaan di perbatasan serta menerapkan pembatasan di dalam negeri untuk mencegah penyebaran virus.

Dampak kebijakan ini memang membuat angka kunjungan wisata asing turun tajam, namun di sisi lain pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah mampu menekan infeksi.

Brunei juga memberlakukan larangan perkumpulan dalam jumlah besar, melakukan pelacakan kontak berbasis teknologi, serta keharusan karantina demi mencegah transmisi lokal.

Kesuksesan Brunei mengendalikan wabah Covid-19 diperkuat lagi dengan program vaksinasi nasional sejak 3 April lalu. Hingga 5 Mei, sebanyak 17.776 orang telah mendapatkan vaksin.

Ada tiga vaksin yang digunakan untuk program imunisasi nasional, yakni AstraZeneca, Pfizer, dan Sinopharm.

“Saat ini, pemberian vaksin Covid-19 masih dilaksanakan untuk tahap pertama, yakni terdiri dari petugas garis depan, warga yang belajar di luar negeri, dan kalangan berusia 60 tahun ke atas,” bunyi keterangan Kementerian Kesehatan Brunei, dikutip dari Xinhua, Jumat (7/5/2021).

Sementara itu Brunei mencatat kasus infeksi melibatkan pendatang asing di negara itu, yakni perempuan 20 tahun dari Eropa yang masuk melalui Singapura. Pada Kamis pekan lalu Brunei melaporkan satu kasus impor, sehingga total kasus infeksi secara nasional menjadi 229 orang, sementara korban meninggal tiga orang. 

Kasus terbaru ini juga menambah total 88 infeksi dari sumber impor sejak kasus infeksi lokal terakhir dilaporkan pada 6 Mei 2020.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut