Ketegangan Memuncak, Israel-Hizbullah Saling Serang di Perbatasan Lebanon
YERUSALEM, iNews.id - Israel dan Hizbullah saling serang di sepanjang perbatasan Lebanon, di tengah ketegangan yang makin meningkat selama sepekan terakhir. Aksi saling tembak ini meningkatkan kekhawatiran dari dunia internasional.
Israel merespons sekitar 100 peluru artileri pada Minggu (1/9/2019), setelah Hizbullah menembakkan dua atau tiga rudal anti-tank ke markas besar batalion dan ambulans militer. Rudal itu menghantam dua target tersebut.
Para pejabat Israel membantah klaim Hizbullah -gerakan yang didukung Iran- bahwa kelompok itu membunuh dan melukai orang-orang di dalam kendaraan militer Israel. Israel menyebut tidak ada korban.
"Kami sedang berkonsultasi tentang langkah selanjutnya," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilaporkan AFP, Senin (2/9/2019).
"Saya sudah memerintahkan agar kita bersiap untuk skenario apa pun."
PBB menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan Prancis menyatakan sudah melakukan "banyak kontak" untuk mencegah eskalasi.
Amerika Serikat (AS) juga menyuarakan keprihatinan atas peran Iran di kawasan itu dan menyatakan mendukung hak Israel untuk membela diri.
"Hizbullah harus menahan diri dari tindakan bermusuhan yang mengancam keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Libanon," kata kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.
Sebelumnya Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menghubungi pejabat senior AS dan Prancis, mendesak negara mereka dan komunitas internasional untuk campur tangan.
Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel menyebut warga mereka yang tinggal dalam jarak empat kilometer dari perbatasan harus tetap di rumah dan menyiapkan tempat berlindung.
Ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir antara Israel dan musuhnya Hizbullah, gerakan Syiah Lebanon yang didukung oleh Iran.
Ketua Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada Sabtu (31/8/2019) menyatakan gerakannya memutuskan menanggapi dugaan serangan drone Israel ke markas kelompok itu di Beirut pekan lalu.
Serangan yang dilakukan 25 Agustus itu melibatkan dua drone Israel, satu meledak dan menyebabkan kerusakan pada pusat media yang dikelola Hizbullah; dan yang lain jatuh tanpa meledak karena kegagalan teknis.
Hizbullah menyatakan dua anggotanya tewas dalam serangan itu. Namun Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
Pada Kamis (29/8/2019), Israel menuduh Iran berkolaborasi dengan Hizbullah untuk membangun rudal yang dipandu dengan presisi.
Editor: Nathania Riris Michico