Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Perminyakan Iran Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Khawatir Serangan Iran, Seluruh Pesawat Pengebom AS Dipindah dari Pangkalan Inggris

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:53:00 WIB
Khawatir Serangan Iran, Seluruh Pesawat Pengebom AS Dipindah dari Pangkalan Inggris
Amerika Serikat memindahkan seluruh pesawat pengebom dari Pangkalan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford (Foto: US Air Force via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) memindahkan seluruh pesawat pengebomnya dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford. Keputusan itu diambil setelah percobaan serangan terhadap pangkalan yang menjadi basis AS menyerang Iran tersebut.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan (Pentagon) mengatakan kepada Al Jazeera, tak ada pesawat pengebom yang tersisa di pangkalan tersebut.

"Meski keamanan operasional mencegah kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan secara real-time, kami mengakui saat ini seluruh pesawat pengebom AS yang ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di AS,” kata pejabat itu.

Meski demikian, dia memastikan pemindahan ini tak memengaruhi kesiapan penuh personel terkait, dalam mendukung setiap operasi, terutama di Timur Tengah.

“Para pilot yang mengoperasikan pasukan pengebom, termasuk B-1, B-2, dan B-52, tetap siap untuk menunjukkan kemampuan serangan global yang presisi, termasuk melalui operasi yang diluncurkan dan mendarat dari daratan Amerika Serikat, di mana saja, kapan saja,” ujarnya.

Sebelumnya otoritas keamanan Inggris menangkap lima orang di dekat pangkalan tersebut. Mereka dituduh melakukan percobaan tindakan terorisme yakni menyerang pangkalan itu. 

Meski demikiam kelima orang itu dibebaskan dengan jaminan. Para penyidik ​​Inggris menemukan bensin di dalam mobil para pria tersebut, namun tidak mendapati bahan peledak.

Iran membantah tuduhan keterlibatannya dalam dugaan rencana serangan tersebut. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut