Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Keluar dari RS, Begini Kondisinya
Advertisement . Scroll to see content

Kilang Minyak Ilegal Meledak, Lebih dari 100 Orang Tewas

Minggu, 24 April 2022 - 07:01:00 WIB
Kilang Minyak Ilegal Meledak, Lebih dari 100 Orang Tewas
Ilustrasi ledakan dahsyat yang merenggut nyawa manusia. (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

ABUJA, iNews.id – Sebuah kilang minyak ilegal di perbatasan Negara Bagian Rivers dan Negara Bagian Imo di Nigeria, meledak pada Sabtu (24/4/2022). Akibatnya, lebih dari 100 orang tewas dalam peristiwa itu.

Kebakaran terjadi di lokasi penyulingan (minyak) ilegal dan berdampak pada lebih dari 100 orang yang terbakar tanpa bisa dikenali,” kata Komisaris Negara Bagian Imo untuk Sumber Daya Minyak, Goodluck Opiah, seperti dikutip Reuters, akhir pekan ini.

Lokasi kilang itu berada di Wilayah Pemerintah Daerah Ohaji-Egbema, Negara Bagian Imo. Ia terletak di area hutan Abaezi yang melintasi perbatasan kedua negara bagian.

Pengangguran dan kemiskinan di Delta Niger yang kaya akan minyak bumi itu telah membuat penyulingan minyak mentah ilegal menjadi bisnis yang menarik. Akan tetapi, sebagai konsekuensinya, para pekerja tambang tak berizin itu harus menghadapi risiko kecelakaan yang mematikan. 

Mereka menyadap minyak mentah dari jaringan pipa yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan minyak besar. Minyak hasil curian itu lalu mereka suling menjadi produk bahan bakar siap pakai yang diangkut di dalam tangki-tangki darurat.

Proses kerja penuh bahaya itu menyebabkan banyak kecelakaan fatal. Aktivitas kilang minyak ilegal di Nigeria juga mencemari wilayah, dan tumpahan minyak menimbulkan kerusakan di lahan pertanian, anak sungai, dan laguna.

Pusat Advokasi Pemuda dan Lingkungan mengatakan, beberapa kendaraan yang mengantre untuk membeli bahan bakar ilegal juga ikut terbakar dalam ledakan tersebut.

“Gubernur Negara Bagian Rivers baru-baru ini mendorong untuk membasmi penyulingan (minyak) ilegal di Rivers sehingga harus pindah ke pinggiran dan negara bagian tetangga,” ujar mantan Presiden Gerakan untuk Kelangsungan Hidup Rakyat Ogoni (MOSOP) Nigeria, Ledum Mitee.

“Dalam satu atau dua bulan terakhir, ada sejumlah penggerebekan yang dilakukan. Beberapa aparat keamanan yang terlibat juga telah ditindak,” katanya.

Sedikitnya 25 orang, termasuk beberapa anak-anak, tewas dalam ledakan dan kebakaran di kilang ilegal lainnya di negara bagian Rivers pada Oktober.

Nigeria adalah produsen dan pengekspor minyak terbesar di Afrika. Negara itu kehilangan rata-rata 200.000 barel per hari minyak (lebih dari 10 persen dari total produksinya) akibat penyadapan atau perusakan jaringan pipa oleh pelaku penyulingan ilegal.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut