Kim Jong Un Diduga Bangun Kembali Fasilitas Rudal, Trump Kecewa Berat

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 07 Maret 2019 - 10:17 WIB
Kim Jong Un Diduga Bangun Kembali Fasilitas Rudal, Trump Kecewa Berat

Presiden AS Donald Trump saat berjalan bersama Pemimpin Korut Kim Jong Un di Hanoi. (FOTO: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku akan sangat kecewa dengan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, jika laporan tentang pembangunan kembali lokasi peluncuran rudal ternyata benar.

Dua lembaga think tank AS dan kantor berita Korea Selatan (Korsel) Yonhap pada Selasa kemarin melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan kembali stasiun peluncuran satelit Sohae di Korut sedang dilakukan. Aktivitas itu tercatat terjadi dua hari setelah Trump bertemu dengan Kim di Hanoi pekan lalu.

"Saya akan sangat kecewa jika itu terjadi," kata Trump, kepada wartawan di Gedung Oval, saat ditanya apakah Korut melanggar janji, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (7/3/2019).

"Yah, kita akan melihat. Masih terlalu dini untuk melihat. Ini laporan yang sangat awal. Kami yang menghentikannya. Tapi saya akan sangat, sangat kecewa dengan Ketua Kim, dan saya tidak berpikir saya tidak ingin, tetapi kita akan melihat apa yang terjadi. Kami akan memeriksanya. Akhirnya akan terpecahkan," ucap Trump.

BACA JUGA: Korut Bangun Lagi Fasilitas Peluncuran Roket Jarak Jauh, Gertak Trump?

Korut membongkar lokasi uji coba rudal di Sohae tahun lalu setelah berjanji untuk melakukannya dalam pertemuan puncak pertama Kim dan Trump pada Juni di Singapura.

Namun, pertemuan puncak kedua antara Trump dan Kim pekan lalu di Hanoi berakhir tiba-tiba dan tanpa kesepakatan lantaran perbedaan pendapat tentang seberapa jauh Korut bersedia membatasi program nuklirnya dan tingkat kesediaan AS untuk meringankan sanksi.

"Kami memiliki masalah yang sangat buruk di situ. Kita harus menyelesaikan masalahnya," kata Trump, sambil menambahkan bahwa hubungannya dengan Kim berjalan baik.

Gambar satelit yang dilihat oleh North38, sebuah proyek pemantau Korut yang berbasis di Washington, menunjukkan bahwa struktur pada landasan peluncuran Sohae dibangun kembali antara 16 Februari dan 2 Maret.

Demikian yang dikatakan oleh Jenny Town, redaktur pelaksana proyek dan seorang analis di Stimson Center think tank, kepada Reuters.

Dalam laporan terpisah, lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang juga mengutip citra satelit, menyimpulkan bahwa Korut mengejar pembangunan kembali yang cepat di lokasi tersebut.

Berita tentang pekerjaan di Sohae pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Korsel, Yonhap, yang mengutip anggota parlemen tentang rincian briefing oleh Badan Intelijen Nasional negara itu pada Selasa kemarin.

Sumber pemerintah AS mengatakan pekerjaan di Sohae kemungkinan dimulai sebelum pertemuan Hanoi, yang didahului oleh serangkaian pembicaraan tingkat rendah pada Februari.


Editor : Nathania Riris Michico