Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Korut Kim Jong Un Datangi China, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Kim Jong Un Janji Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:48:00 WIB
Kim Jong Un Janji Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia
Kim Jong Un berjanji jadikan Korut sebagai negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berjanji menjadikan negaranya sebagai kekuatan nuklir terbesar di dunia. Kesuksesan uji coba rudal balistik pada 29 November 2017 menjadi modal percaya diri Kim bahwa Korut berada di jalur yang tepat dalam pengembangan persenjataan nuklir.
Apalagi jangkauan roketnya mampu mencapai daratan Amerika Serikat.

"Negara ini akan menjadi yang terdepan serta melompat sebagai pemilik kekuatan nuklir dan militer terhebat di dunia," kata Kim, di hadapan para pekerja di Pyongyang, seperti dilaporkan Kantor Berita KCNA.

Rudal balistik antarbenua atau intercontinental balistic missile (ICBM) Hwasong-15 diluncurkan hingga setinggi 4.750 kilometer, 10 kali lebih tinggi dari stasiun antariksa internasional, sebelum terbang horizontal sejauh 960 km, lalu jatuh di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

Ini merupakan rudal balistik terhebat yang pernah dicoba Korut. Sejak beberapa bulan terakhir, Korut sudah beberapa kali menguji coba rudalnya, termasuk pada 15 September lalu yang sempat melintasi wilayah udara Jepang.

Sementara itu, AS tetap mengupayakan agar Korut mau duduk satu meja untuk melucuti persenjataan nuklirnya.

"Seperti saya sudah sampaikan berulang kali, saya akan melanjutkan upaya diplomatik sampai bom pertama dijatuhkan," kata Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Namun dia menegaskan bahwa militer AS siap sedia dengan skenario lain.

AS dan sekutunya di kawasan, yakni Korea Selatan dan Jepang, juga gencar menggelar latihan perang di Semenanjung Korea. Setidaknya sudah tiga kali latihan perang yang digelar ketiga negara itu, termasuk latihan mengidentifikasi serangan rudal balistik pada akhir pekan lalu.

Meski latihan perang ini dianggap Pyongyang sebagai provokasi, namun tidak memengaruhi militer ketiga negara itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut