MOSKOW, iNews.id - Ukraina memasukkan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dalam daftar musuh negara, Mirotvorets. Kim Jong Un pekan ini berkunjung ke Rusia untuk membahas kerja sama persenjataan dengan Presiden Vladimir Putin.
Rusia membutuhkan persenjataan dan amunisi dari Korut untuk perang di Ukraina. Meski demikian Kim sudah dimasukkan dalam daftar tersebut sejak 6 September atau sebelum keberangkatannya ke Rusia yakni pada Minggu (10/9/2023)
Israel Izinkan Geng Abu Shabab Ikut Awasi Penyeberangan Rafah dan Geledah Warga Palestina
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia Mikhail Galuzin mengatakan, langkah Ukraina memasukkan Kim Jong Un dalam daftar tersebut merupakan bentuk provokasi.
“Dimasukkannya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam situs neo-Nazi Ukraina, Mirotvorets adalah bentuk provokasi lain dilakukan Kiev dan upaya sia-sia untuk mengintimidasi semua orang,” kata Galuzin, dikutip dari Sputnik, Jumat (15/9/2023).
Ketika Vladimir Putin Pamer Limusin Kepresidenan Rusia ke Kim Jong Un
Mirotvorets memasukkan banyak orang yang dianggap musuh Ukraina. Di dalamnya ada jurnalis, personel militer, politisi, pejabat negara, dari negara mana pun.
Situs web tersebut membeberkan data pribadi dari orang yang masuk dalam daftarnya. Dalam beberapa kasus orang-orang yang masuk dalam daftar berakhir tragis, terbunuh. Mereka juga kerap mendapat ancaman dari kelompok nasionalis Ukraina setelah data pribadi mereka diungkap.
Kim Jong Un Undang Vladimir Putin ke Korut, Begini Jawaban Pemimpin Rusia
"Sekali lagi, rezim Kiev berupaya memprovokasi dan menanamkan rasa takut pada kita semua. Namun, upaya mereka sia-sia, sama seperti semua yang didukung oleh situs Mirotvorets dan pendukung rezim Kiev," ujar Galuzin.
Mirotvorets atau berarti pencipta perdamaian dibuat oleh politikus yang juga aktivis Ukraina, Georgy Tuka, pada Desember 2014 atau setelah pencaplokan Semenanjung Krimea oleh Rusia.
Isi situs web tersebut adalah daftar orang-orang yang dianggap sebagai musuh Ukraina. Mereka dituduh melakukan kejahatan terhadap keamanan nasional Ukraina, mengganggu perdamaian, keamanan terhadap manusia, serta hukum internasional.
Mirotvorets diklaim dikelola secara independen oleh moderator yang tak diketahui identitasnya. Meski demikian banyak pihak menyebut situs itu memiliki hubungan dengan Kementerian Dalam Negeri Ukraina.
Editor: Anton Suhartono