Kim Jong Un Muncul ke Publik Setelah Dirumorkan Meninggal, Kondisinya Bugar
SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akhirnya muncul setelah dirumorkan meninggal. Ini merupakan penampilan publik pertamanya sejak 3 pekan menghilang.
Dia tak terlihat saat peringatan hari ulang tahun pendiri negara yang juga kakeknya Kim Il Sung pada 15 April atau dikenal dengan Hari Matahari, sehinga memicu berbabagi sepkulasi mengenai kesehatannya.
Media Korut melaporkan, Kim hadir saat pembukaan pupuk di Sunchon, Provinsi Pyongyang Utara, dan merilis beberapa foto, di antranya saat memotong pita. Acara itu berlangsung pada Juma (1/5/2020).
Kantor berita KCNA mengungkap, para pengunjung bersorak ‘hore’ saat Kim muncul.
Pembelot Korut Sebut Kim Jong Un Terluka saat Pantau Peluncuran Rudal
Foto-foto yang dirilis surat kabar Rodong Sinmun menunjukkan Kim mengenakan pakaian setelan hitam yang menjadi ciri khasnya. Dia tampak tersenyum lebar saat melihat-lihat pabrik.
Kim diapit oleh pejabat senior, salah satunya adik perempuan sekaligus penasihat dekatnya Kim Yo Jong.
Korsel: Kim Jong Un Masih Hidup dan Dalam Kondisi Baik
Di foto itu juga tak terlihat tanda-tanda Kim mengalami masalah kesehatan. Dia tampak bugar.
Seperti pada foto-foto sebelumnya yang dirilis Korut saat pandemi virus corona, Kim tidak mengenakan masker.
Benarkah Kim Jong Un Meninggal Setelah Jalani Operasi Jantung?
Beberapa rumur beredar soal kondisi Kim setelah ketidahadirannya dalam peringatan Hari Matahari. Selain meninggal, dia dilaporkan menjalani operasi jantung dan sedang menjalani pemulihan di sebuah vila.
Spekulasi lain menyebutkan Kim terluka saat memantau uji coba rudal dan latihan perang melibatkan jet tempur.
Pemimpin Korut Kim Jong Un Menghilang, Diduga Jalani Operasi Jantung
Hal lain adalah Kim mengasingkan diri di kota resor panti Wongsan karena khawatir dengan wabah virus corona.
Ada pula pembelot Korut yang kini menjadi politikus di Korea Selatan yang meragukan Kim menjalani operasi, namun dia yakin sang pemimpin tak bisa berdiri lagi oleh sebab lain.
Editor: Anton Suhartono