Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korea Utara Kutuk Serangan AS ke Venezuela: Pelanggaran Berat Piagam PBB!
Advertisement . Scroll to see content

Kim Jong Un Murka, Pecat Wakil Perdana Menteri Korut saat Resmikan Pabrik

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:09:00 WIB
Kim Jong Un Murka, Pecat Wakil Perdana Menteri Korut saat Resmikan Pabrik
Kim Jong Un memecat wakil perdana menteri di hadapan banyak orang. Momen itu terjadi saat Kim menghadiri peresmian pabrik (Foto: Rodong Sinmun)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un murka, memecat seorang pejabat ekonomi senior di hadapan banyak orang. Momen itu terjadi saat Kim menghadiri peresmian peningkatan kapasitas pabrik mesin industri, Senin (19/1/2026).

Dilaporkan kantor berita pemerintah KCNA, Kim juga memperingatkan para kader Partai Pekerja lainnya yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

Pejabat yang dipecat Kim Jong Un adalah
Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho. Pemecatan itu disampaikan Kim saat berpidato di kompleks industri mesin Ryongsong selama peresmian.

"Pergilah dengan kaki Anda selagi masih bisa, sebelum terlambat," kata Kim, seperti dikutip dari NK News, Rabu (21/1/2026).

Kim mengatakan telah memberi kesempatan kepada Yang beberapa kali untuk memperbaiki kesalahannya terkait perencanaan proyek modernisasi tahap pertama kompleks tersebut.

Menurut Kim, Yang berusaha mempermalukan Komite Pusat Partai Pekerja dengan mengajukan solusi palsu, tidak realistis, serta mementingkan diri sendiri. Bahkan pada sidang pleno partai bulan lalu. Kim dilaporkan memberinya kesempatan baginya untuk memperbaiki perilaku, namun tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Dia sama sekali tidak memiliki rasa tanggung jawab," ujarnya.

Kim juga menyerukan pembersihan partai dari orang-orang yang terperangkap dalam kesulitan. Mereka disebut sebagai orang-orang yang menilai kebijakan Partai dengan skeptis, terbiasa melindungi diri sendiri, tidak bisa merasakan arus perubahan dunia sekitar, dan yang tidak bisa mengikuti perkembangan hingga menghambat kemajuan negara.

Selain Yany, Kim juga menyerukan mantan Perdana Menteri Kim Tok Hun, yang baru-baru ini menghilang dari publik, dihukum. Menurut dia, Kim Tok Hun dan beberapa pejabat lain di pabrik telah mengabaikan arahan kebijakannya dan hanya berperan sebagai penonton.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut