Kim Jong Un: Tombol Nuklir Selalu di Mejaku
PYONGYANG, iNews.id – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un menegaskan kembali ambisi negara tersebut untuk meningkatkan kemampuan nuklirnya. Dalam pidato Tahun baru 2018 Kim secara tak langsung juga mengarahkan ancaman ke seterunya, Amerika Serikat (AS).
"Seluruh daratan AS berada dalam jangkauan senjata nuklir kita. Tombol nuklir selalu ada di mejaku. Ini adalah fakta, bukan sekedar ancaman," kata Kim Jong Un dalam pidato yang disiarkan langsung televisi pemerintah, dikutip Reuters, Senin (1/1/2018).
Pidato tahun baru diktator Korut adalah agenda tahunan yang selalu dipantau negara-negara di dunia. Pidato ini dianggap menggambarkan arah kebijakan Pyongyang ke depan.
Dalam pidato yang ditujukan kepada rakyatnya itu, Kim menyerukan perlunya Korut lebih masif lagi untuk memproduksi senjata nuklir. "Kita harus memproduksi secara massal hulu ledak nuklir dan rudal balistik, serta mempercepat penyebarannya," kata anak Kim Il Sung ini.
Seperti diketahui sepanjang 2017 Korut telah melakukan serangkaian uji coba rudal balistik. Kesuksesan peluncuran pada 29 November 2017, misalnya, menjadi modal percaya diri Kim bahwa Korut berada di jalur yang tepat dalam pengembangan persenjataan nuklir.
"Negara ini akan menjadi yang terdepan serta melompat sebagai pemilik kekuatan nuklir dan militer terhebat di dunia," kata Kim, di hadapan para pekerja di Pyongyang, seperti dilaporkan Kantor Berita KCNA.
Rudal balistik antarbenua atau intercontinental balistic missile (ICBM) Hwasong-15 diluncurkan hingga setinggi 4.750 kilometer, 10 kali lebih tinggi dari stasiun antariksa internasional, sebelum terbang horizontal sejauh 960 km, lalu jatuh di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Ini merupakan rudal balistik terhebat yang pernah dicoba Korut. Sejak beberapa bulan terakhir, Korut sudah beberapa kali menguji coba rudalnya, termasuk pada 15 September lalu yang sempat melintasi wilayah udara Jepang.
Presiden AS Donald Trump telah menanggapi setiap tes nuklir Korut dengan mengancam bakal "menghancurkan total" Pyongyang. Namun Kim tak gentar dengan ancaman itu.
Kendati demikian dia menekankan bahwa Korut merupakan negara berkekuatan nuklir yang bertanggung jawab dan mencintai perdamaian. "Selama tidak ada agresi terhadap rakyat Korea Utara kami tidak berniat menggunakan kekuatan nuklir," kata dia.
Dalam pidatonya, dia juga secara khusus mengapresiasi Korea Selatan yang akan menggelar olimpiade musim dingin pada Februari 2018. Kim berharap dapat mengirimkan perwakilan pada kompetisi olahraga yang diselenggarakan di Kota Pyeongchang tersebut.
Editor: Zen Teguh