Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ungkap MBG Capai 55 Juta Penerima dalam Setahun, Lebih Cepat dari Brasil
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Nenek Selamat dari 'Tsunami Lumpur' Brasil yang Renggut 84 Jiwa

Kamis, 31 Januari 2019 - 08:25:00 WIB
Kisah Nenek Selamat dari 'Tsunami Lumpur' Brasil yang Renggut 84 Jiwa
Vera dan Geraldo (kanan) dengan Manuel (paling kiri), satu dari ratusan orang hilang. (Foto: doc. family album/BBC)
Advertisement . Scroll to see content

BRASILIA, iNews.id - "Bendungan jebol, kita harus keluar dari tempat ini". Vera Souza baru saja tiba di rumah tetangganya yang sudah tua, di mana dia membawakan makan siang setiap harinya, saat dirinya diberitahu terjadinya bencana di kompleks pertambangan di dekat Kota Brumadinho, Brasil tenggara.

Mereka tinggal sekitar tujuh kilometer dari bendungan yang jebol pada Jumat (25/01) lalu dan menutupi daerah tersebut dengan lautan lumpur.

Dilaporkan BBC, sampai sejauh ini, paling tidak 84 orang dipastikan meninggal, namun lebih 300 lainnya masih dinyatakan hilang.

Mereka hanya memiliki waktu beberapa menit untuk mencapai tempat yang lebih aman, tetapi petani berumur 64 tahun itu justru bergerak ke arah berlawanan, turun bukit, menuju tsunami lumpur, untuk menyadarkan suami dan saudara laki-lakinya yang berada di dalam rumah.

"Saya menerobos pagar kawat jembatan sempit dan berlari secepat mungkin," kenang Vera.

"Kaki saya masih sakit," Vera menambahkan, yang harus beristirahat karena masalah pembekuan darah dan patah tiga tulang dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika dia mencapai rumah keluarga, mereka tidak bisa membuang-buang waktu.

Vera kemudian berlari mendaki bukit sementara Geraldo, suaminya, berusaha mencari kendaraan.

"Tetapi kunci saya jatuh. Jadi saya hanya bisa berlari," cerita Geraldo (70).

Saat itulah mereka mendengar suara menakutkan bahaya yang akan datang.

"Mirip film horor. Lumpur merusak pohon dan genteng, menarik rumah dan kendaraan."

Lumpur 12 juta meter kubik meluap dari bendungan, menurut perusahaan pertambangan Vale. (Foto: AFP/GETTY IMAGES)

Geraldo berlari mengikuti Vera dan mengambil jalur lain untuk mencari daratan yang lebih tinggi, melewati hutan.

"Saya berlari sepanjang 120 meter tanpa berhenti, saya merasa seperti masih berumur 17 tahun. Saya juga harus mendengarkan gerakan lumpur. Saya harus berlari menjauh jika gerakannya mendekat."

Mereka akhirnya selamat tetapi di dua tempat yang berbeda. Keduanya menyaksikan banjir merusak semuanya yang mereka bangun selama 12 tahun terakhir.

Semuanya sekarang terendam lumpur sedalam 10 meter -rumah, kebun, 50 ekor ayam, dan empat dari lima anjing mereka- satu ekor diselamatkan petugas kebakaran pada Sabtu (26/01) lalu.

Lembah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal mereka sekarang dikubur lumpur. Setelah lumpur tidak bergerak lagi Geraldo mencari istrinya. Para tetangga lain muncul dan melakukan penghitungan warga.

Satu orang hilang: Manuel, saudara laki-laki Vera.

Lautan lumpur mengubur semua. (Foto: AFP/GTTY IMAGES)

Mereka berharap dia berhasil menyelamatkan diri lewat jalan lain, tetapi nama Manuel sekarang tercantum dalam daftar orang hilang.

Menurut para petani, tidak ada sistem kesiagaan resmi, meskipun perusahaan pemilik bendungan, raksasa pertambangan Brasil, Vale, baru-baru ini menempatkan sistem peringatan dini di pemukiman.

"Jika mereka mendengar sirene, kami memiliki waktu 20 menit untuk pergi. Kami kemungkinan dapat menyelamatkan Manuel," ucapnya.

"Tetapi kami nyaris tidak memiliki waktu untuk berlari. Jika kami bertahan beberapa detik saja, kami bertiga sudah meninggal saat ini."

"Saya tidak mementingkan barang-barang. Saya tidak masalah jika tidak memiliki apapun, selama saya dapat menyelamatkan saudara laki-laki saya," tambahnya, sambil berusaha menahan air mata.

Rumah ini selamat dari banjir lumpur. (Foto: AFP)

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut