Kisah Pria AS Menang Duel Melawan Singa di Hutan
WASHINGTON, iNews.id - Travis Kauffman, pria asal Colorado, Amerika Serikat, selamat dari terkaman singa saat sedang lari lintas alam pada 4 Februari 2019. Saat di dalam hutan, seekor singa menyerang Kauffman hingga terjadi duel.
Pria 31 tahun itu mengisahkan pengalaman serunya itu untuk pertama kali, Kamis (14/2/2019), setelah pulih dari perawatan medis.
"Saya mendengar suara gerakan di pohon pinus dari arah belakang lalu saya berhenti dan berbalik," ujarnya, saat jump pers, dikutip dari AFP, Sabtu (16/2/2019).
Pria bertubuh kecil itu melanjutkan, jantungnya langsung berdetak kuat begitu mengetahui siapa yang dihadapinya. Dia berupaya mengusir singa tersebut dengan mengangkat tangan dan berteriak sekeras mungkin.
"Sayangnya, dia terus berjalan dan menyerang saya. Rahangnya mengunci tangan dan pergelangan saya... Satu yang ada dalam pikiran saya saat itu, ini cara yang buruk untuk meninggal," ujarnya.
Kauffman tak mau menyerah, dia melawan sekuat mungkin agar bisa lolos dari singa tersebut.
"Itu berubah menjadi pertarungan untuk bertahan hidup," tuturnya.
Singa seberat sekitar 40 kilogram itu berusaha melumpuhkan Kauffman dengan menyerang bagian kepala. Akibatnya, dia mendapat 40 jahitan di pipi dan hidung.
Perkelahian terus berlangsung membuat posisi mereka berubah-ubah. Akhirnya mereka jatuh ke jalan setapak dengan posisi singa berada di bawah.
Saat posisinya menguntungkan, dia menjepit kaki belakang singa lalu memukul kepalanya dengan batu. Setelah itu Kauffman menginjak leher singa dan mencekiknya.
"Saya menginjak lehernya dengan kaki kanan. Setelah beberapa menit saya pikir dia akan meronta-ronta lagi. Beberapa menit kemudian dia tak bergerak," tuturnya.
Duel, lanjut dia, berlangsung sekitar 10 menit. Setelah itu, dia lari karena khawatir ada singa lain yang mengintainya.
Kauffman beruntung bertemu dengan pelari lain. Dia dirawat seadanya lalu dibawa ke rumah sakit.
Menurut dia, keinginan kuat untuk tetap hidup memotivasinya agar berani melawan, tak peduli siapa yang dihadapi.
Sementara itu manajer Taman Margasatwa Colorado, Mark Leslie, memuji keputusan cepat dan tepat yang diambil Kauffman dalam mengatasi situasi.
"Kita sangat beruntung serangan ini dilakukan oleh singa muda terhadap pelari yang berpengetahuan. Jika tidak, kita mungkin akan mengadakan konferensi pers yang berbeda," kata Leslie.
"Hewan-hewan ini merupakan predator penyergap dan terlatih untuk mengambil tindakan cepat dan mematikan kapan pun jika memungkinkan," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono