KADUNA, iNews.id - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh tiga dari 94 siswa (sebelumnya disebutkan 80) yang mereka culik dari sekolah di kota terpencil Birnin Yauri, Negara Bagian Kebbi, Nigeria barat laut, beberapa waktu lalu.
Mereka juga membawa delapan guru dalam penculikan di siang bolong bermotif uang tebusan tersebut.
Trump Klaim Perundingan dengan Iran Sangat Baik
Kepala sekolah Mustapha Yusuf mengatakan, dua siswi perempuan serta seorang laki-laki ditemukan tak bernyawa dengan luka tembak.
Sembilan korban penculikan sempat melarikan diri atau telah diselamatkan, namun sisanya masih dalam penyanderaan para pelaku.
KKB Bunuh Polisi dan Culik Puluhan Siswa
Menurut Yusuf, pasukan keamanan sangat berhati-hati melakukan operasi pembebasan karena bisa membahayakan nyawa anak-anak.
Para pelaku menjadikan sandera sebagai tameng jika sewaktu-waktu diserang pasukan keamanan.
"(Mereka) Berlindung di balik para siswa. Mereka bersembunyi di semak-semak," katanya, seraya menambahkan para pelaku menggunakan ponsel siswa untuk menelepon orangtua dan menuntut uang tebusan sebesar 60 juta naira atau sekitar Rp2 miliar, dikutip dari Reuters, Senin (21/6/2021).
Penculikan bermotif meminta tebusan ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian insiden di Nigeria bagian utara. Kasus seperti ini meningkat tajam sejak akhir 2020 saat pemerintah berjuang menegakkan hukum dan ketertiban di tengah lesunya perekonomian negara.
Serangan di barat laut Nigeria berbeda dengan pemberontakan kelompok militan di timur laut. Kasus di barat laut lebih bermotif ekonomi ketimbang di timur laut yang cenderung dilakukan kelompok militan.
Kelompok Boko Haram menjadi pelaku penculikan dan pembunuhan di timur laut. Pada 2014 mereka menculik lebih dari 270 siswi di Kota Chibok yang menyita perhatian internasional.
Editor: Anton Suhartono