KKB Serang Lokasi Konstruksi, 3 Warga China dan 2 Mauritania Diculik
BAMAKO, iNews.id - Tiga warga negara China dan dua warga Mauritania diculik di Mali barat daya, Sabtu, (17/7/2021). Kelompok bersenjata lantas kabur dengan mengendarai lima mobil pikap bersama para sandera.
Angkatan bersenjata Mali melaporkan, penculikan terjadi di lokasi konstruksi sekitar 55 kilometer dari Kota Kwala, Mali. Selain membawa kabur sandera, kelompok bersenjata juga merusak peralatan konstruksi di antaranya derek dan truk.
Peralatan yang dirusak merupakan milik perusahaan konstruksi China Covec dan perusahaan pembangunan jalan Mauritania, ATTM.
Seorang pejabat militer yang enggan disebut namanya mengatakan, saat diculik, para sandera sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan di lokasi tersebut.
"Pembebasan semua sandera adalah prioritas kami," katanya.
Sementara Kantor berita Mauritania, Al-Akhbar melaporkan, orang-orang bersenjata tiba dengan sepeda motor untuk menyerang lokasi konstruksi. Mereka juga membakar peralatan serta tangki bahan bakar sebelum pergi bersama tawanan.
Mali telah berjuang melawan pemberontak Islam yang pertama kali pecah di utara negara itu tahun 2012. Pemberontakan lantas menyebar ke pusat dan negara tetangga, Burkina Faso dan Niger.
Akibat pemberontakan ini, ribuan orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi mencari keselamatan. Pemberontakan juga berdampak pada ekonomi satu negara termiskin di dunia ini.
Di negara ini, penculikan sering terjadi, baik terhadap orang Mali maupun orang asing.
Sebelumnya, jurnalis Prancis, Olivier Dubois diculik di Mali utara pada 8 April. Dalam sebuah video penyanderaan menunjukkan, Kelompok untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM), aliansi ekstremis terbesar di Sahel yang melakukannya.
Editor: Umaya Khusniah