Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Amunisi Dikira Mainan Meledak, Pelajar Israel Tewas dan Belasan Lainnya Luka
Advertisement . Scroll to see content

Kolombia Makin Akrab dengan Israel, Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:36:00 WIB
Kolombia Makin Akrab dengan Israel, Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Kolombia resmi membuka kedubes di Yerusalem Barat, Rabu (14/10), meski bertentangan dengan hukum internasional (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Kolombia resmi membuka kedutaan besar di Yerusalem, Rabu (14/10/2026), meski bertentangan dengan hukum internasional. Negara itu menjadi yang ke-10 memindahkan kedubesnya seiring pergantian presiden dari  Gustavo Petro ke Abelardo de la Espriella.

Nasib Yerusalem harus ditetapkan bersama oleh Palestina, namun Israel mencaplok dan menjadikannya sebagai kota.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan, pembukaan kedubes Kolombia di Yerusalem bukan hanya pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, namun juga pengakuan atas kebenaran sejarah yang tidak bisa disangkal oleh siapa pun.

Hal senada disampikan Menlu Kolombia Omar Bula Escobar saat peresmian.

"Hari ini, kita mengambil langkah konkret menuju pemulihan hubungan diplomatik antara negara kita, hubungan yang seharusnya tidak pernah diputus. Israel adalah mitra strategis," kata Escobar, seperti dikutip dari AFP.

De la Espriella membalikkan keputusan Petro yang memutuskan hubungan dengan Israel serta memulihkan kembali perjanjian perdagangan bebas kedua negara.

Sebagian besar negara masih mempertahankan kedubes mereka di Tel Aviv, meski Israel mengeklaim Yerusalem sebagai ibu kotanya secara sepihak.

Status kota tersebut menjadi salah satu isu paling kontroversial dalam konflik Israel-Palestina.

Mantan Presiden Kolombia Gustavo Petro memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada Mei 2024 terkait perang genosida negara Yahudi itu di Jalur Gaza. Dia juga mengkritik keras Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Petro lalu menutup Kedubes Kolombia di Tel Aviv dan menarik duta besar, langkah yang disebut Israel sebagai tindakan anti-Semit sekaligus hadiah bagi kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Sementara itu, De la Espriella, politisi sayap kanan yang terpilih menjadi presiden pada Agustus, mengubah secara drastis kebijakan terhadap Israel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut