Konflik Greenland! Uni Eropa Peringatkan Trump, Eropa dan Amerika Bisa Miskin
BRUSSELS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan serius dengan Eropa. Kali ini, dia menghukum delapan negara Eropa dengan tarif tambahan 10 persen sebagai buntut penolakan mereka terhadap rencana pencaplokan Greenland oleh AS.
Uni Eropa pun memperingatkan dampak parah dari kebijakan tersebut, bahkan menyebut Eropa dan AS sama-sama berisiko jatuh miskin.
Peringatan keras itu disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. Dia menegaskan, perang tarif hanya akan membuat kedua pihak semakin sengsara dan bisa jatuh miskin.
“Tarif berisiko membuat Eropa dan Amerika Serikat menjadi lebih miskin dan merusak kemakmuran kita bersama,” ujar Kallas.
Selain itu, lanjut Kallas, kebijakan Trump justru membuka keuntungan strategis bagi Rusia dan China yang selama ini bersaing dengan Barat.
“Perpecahan antara AS dan Eropa hanya akan menguntungkan pihak lain,” tuturnya.
Trump sebelumnya menyatakan tarif tersebut baru tahap awal. Jika rencananya untuk merebut Greenland gagal, dia mengancam akan menaikkan tarif menjadi 25 persen.
“Mulai 1 Februari 2026, semua negara yang disebutkan akan dikenakan tarif 10 persen untuk semua barang yang dikirim ke Amerika Serikat. Pada 1 Juni 2026, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen,” tulis Trump di akun media sosial Truth Social, dikutip Minggu (18/1/2026).
Tarif tambahan 10 persen tersebut dikenakan kepada Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Negara-negara itu secara terbuka menolak ambisi Trump merebut Greenland dari Denmark, yang selama ini menjadi wilayah otonomi di bawah Kerajaan Denmark.
Sebelumnya Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menilai kebijakan Trump bukan sekadar tekanan ekonomi, melainkan ancaman nyata bagi hubungan transatlantik yang telah terbangun puluhan tahun.
“Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya. Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen untuk menegakkan kedaulatannya,” kata von der Leyen melalui akun media sosial X.
Editor: Anton Suhartono