Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cemburu, Suami Bakar Istri hingga Tewas di Hadapan Anak-Anak
Advertisement . Scroll to see content

Kontes Kecantikan di India: Mengapa Semua Finalis Bertampang Sama?

Sabtu, 01 Juni 2019 - 08:21:00 WIB
Kontes Kecantikan di India: Mengapa Semua Finalis Bertampang Sama?
Finalis kontes kecantikan di India. (FOTO: GETTY IMAGES)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - Kontes kecantikan di India bisa mengubah hidup pemenangnya seperti yang terjadi pada superstar Bollywood, yakni Priyanka Chopra atau Aishwarya Rai.

Namun, tahun ini para finalis menjadi pusat kontroversi setelah sebuah foto mereka memperlihatkan obsesi pihak penyelenggara terhadap warna kulit putih.

Kolase foto 30 finalis yang diterbitkan surat kabar Times of India memperlihatkan wajah 30 orang perempuan cantik peserta kontes kecantikan ini.

Seorang pengguna Twitter membagikan foto itu disertai komentar "Apa yang salah dengan foto ini?" Lalu, kontroversi pun dimulai.

30 orang perempuan cantik peserta kontes kecantikan di India. (FOTO: doc. Twitter)

Dengan penampilan berkilau, rambut sebahu, dan warna kulit yang nyaris identik, beberapa berkomentar semua mereka tampak sama. Bahkan ada yang bergurau, jangan-jangan mereka itu orang yang sama.

Kritik lebih serius pun bermunculan: tak ada yang salah dengan foto para perempuan itu. Tiadanya keragaman warna kulit mereka sekali lagi memperlihatkan obsesi India terhadap warna kulit yang terang.

Selagi obrolan ramai di media sosial, BBC mencoba menghubungi penyelenggara, tetapi belum direspons.

Beberapa bintang besar India seperti Aishwarya Rai, Sushmita Sen, dan Priyanka Chopra, lahir dari kontes kecantikan ini. Lembaga yang melatih perempuan untuk sukses di kontes ini juga bermunculan.

Namun sukses terbesar diraih oleh para perempuan berkulit lebih putih.

Tak mengherankan karena di India banyak yang lebih menghargai warna kulit yang terang, ketimbang yang gelap, termasuk untuk urusan mendapat jodoh.

Merek kosmetik pemutih pertama India, Fair and Lovely, yang diperkenalkan sejak 1970-an hingga kini masih terus mencatat penjualan tertinggi di seluruh negeri dan dipromosikan oleh para bintang Bollywood.

Iklan krim dan jel pemutih tak hanya menjanjikan kulit lebih terang, tapi juga menjanjikan pekerjaan glamor, kekasih, dan jodoh.

Kontes kecantikan seperti ini -yang memfavoritkan perempuan berkulit lebih putih- hanya memperkuat stereotip ini.

Pada 2005, kosmetik pemutih untuk laki-laki juga diedarkan dengan nama Fair and Handsome, yang sukses besar berkat promosi bintang Bollywood Shah Rukh Khan.

Beberapa tahun terakhir ada kampanye semisal 'Gelap itu Cantik' dan berbagai perayaan terhadap kulit gelap. Namun ini tak menghentikan banjir krim dan jel pemutih yang membuat terang bagian tubuh hingga ke ketiak dan organ genital perempuan.

Produk pemutih untuk perempuan ini tetap laku keras di India dan menurut estimasi akan mencapai nilai 50 miliar rupee atau sekitar Rp10 triliun pada 2023.

Pada 2014, lembaga pengawas iklan India Advertising Standards Council of India (ASCI) mengeluarkan panduan yang melarang iklan yang menggambarkan orang berkulit gelap sebagai "tidak menarik, tidak bahagia, depresi atau khawatir".

Iklan-iklan tetap dibuat, sekalipun dengan pesan yang samar. Bintang film masih terus mempromosikan produk-produk pemutih.

Namun ada kabar menggembirakan: awal tahun ini seorang aktris India Selatan Sai Pallavi menolak kontrak 20 juta rupee atau Rp4 miliar untuk tampil di iklan krim pemutih.

"Saya bisa katakan standar ini keliru. Warna gelap ini adalah warna India," kata Pallavi.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut