Korban di Iran Tembus 1.255 Tewas dalam 9 Hari Perang Lawan AS-Israel, 12.000 Luka
TEHERAN, iNews.id – Korban jiwa akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran terus bertambah. Pemerintah Iran menyebutkan sedikitnya 1.255 orang tewas dan lebih dari 12.000 lainnya terluka dalam sembilan hari terakhir.
Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengungkapkan, korban tewas dan luka-luka berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia.
"Usia para korban berkisar antara delapan bulan hingga 88 tahun," katanya, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (9/3/2026).
Di antara korban tewas, sekitar 200 orang merupakan perempuan. Sementara itu, 168 anak dilaporkan meninggal dunia dalam serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab.
Israel Serang 3 Depot Minyak Iran, Api dan Asap Tebal Membumbung Tinggi di Teheran
Selain warga sipil, tenaga medis juga menjadi korban dalam konflik tersebut. Jafarian mengatakan, 55 tenaga kesehatan mengalami luka-luka dan 11 lainnya tewas.
Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh
Korban tewas dari kalangan tenaga medis itu terdiri atas empat dokter, dua perawat, dan tiga petugas layanan darurat.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat-Israel melawan Iran sejak Sabtu, 28 Februari lalu, memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, pertempuran dan serangan balasan masih terus terjadi.
Viral! Rudal Patriot AS Nyasar Hantam Rumah Warga Bahrain, Gagal Cegat Drone Iran
Perang juga berdampak pada lonjakan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.
Editor: Maria Christina