Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas akibat Demonstrasi Berdarah di Irak Jadi 31 Orang

Jumat, 04 Oktober 2019 - 08:31:00 WIB
Korban Tewas akibat Demonstrasi Berdarah di Irak Jadi 31 Orang
Seorang pemrotes memasang tanda V untuk kemenangan ketika kendaraan polisi antihuru-hara menghadang selama bentrokan di tengah-tengah demonstrasi. (FOTO: AHMAD AL-RUBAYE / AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BAGHDAD, iNews.id - Ribuan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi antihuru-hara di ibu kota Irak, Baghdad dan wilayah selatan negara itu, Kamis (3/102/2019). Hari ketiga demonstrasi massa sudah menewaskan 31 orang.

Melawan gas air mata dan peluru, truk-truk demonstran bersatu melampiaskan amarah mereka atas kasus korupsi, pengangguran, dan layanan buruk selam pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi.

Dalam kemunculan publik pertamanya sejak protes dimulai, sang perdana menteri berpidato di televisi pada Jumat pagi saat baku-tembak meletus di seluruh Baghdad.

Dia menggambarkan peristiwa ini sebagai proses penghancuran seluruh negara, namun menahan diri untuk tidak langsung menanggapi tuntutan para pemrotes.

Sebaliknya, Abdel Mahdi membela prestasi pemerintahnya dan menjanjikan tunjangan bulanan untuk keluarga miskin, sambil meminta waktu untuk menerapkan agenda reformasi yang dijanjikannya tahun lalu.

Hingga kini Abdel Mahdli lebih memilih berkomunikasi dengan pernyataan tertulis, bahkan ketika media pemerintah menyebut dia sudah bertemu dengan para pemimpin protes yang tidak disebutkan namanya.

Beberapa jam sebelumnya di Baghdad, kerumunan orang membengkak di sekitar kementerian minyak dan industri. Para demonstran berbondong-bondong menuju ke Tahrir Square di Baghdad.

"Kami akan terus berjalan sampai pemerintah tumbang," kata Ali (22), lulusan universitas yang menganggur.

"Saya tidak punya apa-apa selain 250 lira (0,20 dolar) di saku saya, sementara pejabat pemerintah memiliki jutaan," katanya, kepada AFP.

Sebagian besar demonstran membawa bendera Irak sementara yang lain memegang spanduk bertuliskan nama Hussein, tokoh yang dihormati dalam Islam Syiah.

Polisi dan pasukan militer menggunakan senjata otomatis yang dipasang pada kendaraan militer untuk menembak ke tanah, peluru memantul ke kerumunan.

Para pemrotes yang terluka dilarikan ke rumah sakit.

"Mengapa polisi menembak orang Irak seperti mereka? Mereka menderita seperti kita - mereka harus membantu dan melindungi kita," kata pemrotes, Abu Jaafar.

Demonstrasi kini sudah menewaskan 31 orang, termasuk dua petugas polisi, dan lebih dari 1.000 orang terluka.

Protes dimulai pada Selasa (1/10/2019) di Baghdad dan menyebar ke selatan. Beberapa kota memberlakukan jam malam namun pengunjuk rasa tetap membanjiri jalan-jalan.

Sementara itu, kondisi di wilayah utara Kurdi dan provinsi barat Sunni tetap tenang.

Usulan demonstrasi massa sudah menggema di selatan Irak lebih dari setahun lalu, didorong oleh krisis air yang parah yang menyebabkan krisis kesehatan.

Sejak itu, provinsi di selatan menuduh pemerintah pusat gagal mengatasi kesenjangan infrastruktur.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut