Korban Tewas Badai Pasir di India Tembus 100 Orang, PM Modi Berduka
NEW DELHI, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat badai pasir di utara India menembus 100 orang. Hingga Jumat (4/5/2018), korban tewas mencapai 109 orang di dua negara bagian, yakni Uttar Pradesh dan Rajasthan. Selain itu, ratusan orang menderita luka.
Angin kencang yang membawa debu pasir menerjang sejak Rabu (2/5) menumbangkan pohon dan merobohkan tembok bangunan. Kebanyakan korban tewas tertimpa bangunan rumah saat mereka tidur pada Rabu malam.
Jumlah korban tewas terbanyak berada di Uttar Pradesh yakni 73 orang. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya berasal dari Distrik Agra, yang di dalamnya juga berdiri bangunan bersejarah Taj Mahal.
Jumlah korban itu masih sangat mungkin betambah.
"Orang-orang syok dan tidak percaya kampung mereka porak-poranda. Saya bertemu dengan orangtua yang kehilangan empat anak, sangat menyedihkan. Keluarga itu tak bisa percaya. Anak mereka sedang main di rumah saat tembok roboh dan menimpa," kata wartawan lokal, Laxmikant Pachouri, kepada BBC.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia memerintahkan kepala pemerintahan setempat untuk bertindak cepat menangani para korban.
Kepala pemerintahan Uttar Pradesh Yogi Adityanath memantau langsung operasi bantuan. Pemerintah memberi santunan kepada setiap keluarga korban tewas sebesar 400.000 rupe atau sekitar Rp83 juta.
Korban tewas di Rajasthan berjumlah 36 orang. Para korban berasal dari tiga distrik yakni Alwar, Bharatpur, dan Dholpur. Alwar merupakan distrik terparah yang diterjang badai pasir, menyebabkan kantor-kantor dan sekolah ditutup.
Badan Meteorologi India memprediksi, badai masih akan terjadi menjelang akhir pekan. Selain di dua negara bagian itu, badai pasir juga menghampiri ibu kota New Delhi yang berjarak 100 kilometer, namun tak sampai memakan korban jiwa.
Editor: Anton Suhartono