Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas Bom Bunuh Diri Afghanistan Jadi 182 Orang, Begini Analisis Pejabat AS

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 06:28:00 WIB
Korban Tewas Bom Bunuh Diri Afghanistan Jadi 182 Orang, Begini Analisis Pejabat AS
Korban tewas akibat bom bunuh diri di dekat bandara Kabul bertambah menjadi 182 orang termasuk 13 pasukan AS (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

KABUL, iNews.id - Korban tewas akibat dua bom bunuh diri di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada Kamis lalu bertambah menjadi 182 orang, yakini 169 warga lokal serta 13 pasukan Amerika Serikat (AS).

Otoritas keamanan AS melakukan penyelidikan awal mengenai ledakan bom bunuh diri yang dilakukan ISIS-K, kelompok afiliasi ISIS Irak dan Suriah, itu dan hasilnya cukup mengejutkan.

Seorang pejabat AS, seperti dikutip dari Associated Press, Sabtu (28/8/2021), mengatakan setiap pelaku bom bunuh diri membawa sekitar 13 kilogram peledak yang diisi berbagai benda logam untuk memberikan efek mematikan. Pelaku meledakkan diri di tengah kerumuman yang menyebabkan banyaknya korban.

Pejabat yang meminta identitasnya tak disebutkan menambahkan, bom berdaya ledak tinggi hingga menembus gerbang bandara. Pasukan AS yang berjaga di dalam gerbang menjadi korban, selain mereka yang berada di luar yang mengalami dampak paling parah.

Dia melanjutkan, aksi bom bunuh diri berikutnya masih berpotensi terjadi. Dipekirakan para pelaku akan membawa bahan peledak lebih ringan yakni antara 3 sampai 5 kg agar lebih mudah menjangkau target.

Hal yang dikhawatirkan adalah para pelaku mampu menembus penjagaan hingga mencapai lokasi kerumuman warga yang mengantre evakuasi di pintu gerbang bandara.

Meski demikian ancaman serangan ISIS itu tak menghentikan upaya untuk mengevakuasi sekitar 500 warga AS yang masih tertahan di Afghanistan serta para penerjemah dan warga lokal.

Misi evakuasi beberapa hari ke depan akan menjadi saat paling berbahaya. Sebanyak 111.000 orang telah dievakuasi dalam 2 pekan terakhir, berdasarkan data Departemen Pertahanan AS.

Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan masih ada ancaman yang "spesifik dan kredibel" terhadap bandara setelah serangan bom bunuh diri pada Kamis.

"Kami tentunya bersiap. Kami memantau ancaman ini, sangat-sangat spesifik, hampir secara real time," kata Kirby.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut