Korban Tewas Gedung Ambruk di Kamboja Jadi 7 Orang, Pemilik Asal China Ditangkap
PHNOM PENH, iNews.id - Korban tewas bangunan berlantai tujuh di kota resort Sihanoukville, Kamboja, yang ambruk Sabtu (22/6/2019) pagi, bertambah menjadi tujuh orang.
Polisi menangkap empat orang terkait insiden ini, termasuk pemilik gedung yakni pengusaha asal China serta warga lokal yang menyewakan tanahnya.
Selain itu, polisi juga menangkap kepala perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab dalam pembangunan serta kontraktor. Keduanya juga warga China.
Gedung yang akan digunakan sebagai tempat hiburan itu sudah rampung 80 persen saat ambruk sebelum matahari terbit.
"Sekarang korban tewas bangunan ambruk jadi tujuh orang," kata kepala kepolisian Kota Sihanoukville, Thul Phorsda, dikutip dari AFP.
Selain itu, 21 orang luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Sejauh ini, semua korban diketahui warga Kamboja.
Petugas masih mencari puluhan orang lainnya yang diduga masih tertimbun di reruntuhan. Saat gedung ambruk ada 50 orang di lokasi, sementara lebih dari 20 orang di antaranya sudah diketahui kondisinya, baik meninggal maupun hidup.
Dulunya, Sihanoukville merupakan perkampungan nelayan yang disulap menjadi kota wisata.
Investasi China membanjiri kota ini dalam beberapa tahun terakhir, memicu pembangunan konstruksi untuk digunakan sebagai kasino dan hotel. Ada sekitar 50 kasino milik China dan puluhan kompleks hotel yang sedang dibangun.
Editor: Anton Suhartono