Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Giliran Filipina Diterjang Badai Wilma, Diperkirakan Akhir Pekan
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas Topan Dahsyat di Mozambik Jadi Lebih 1.000 Orang

Kamis, 11 April 2019 - 09:36:00 WIB
Korban Tewas Topan Dahsyat di Mozambik Jadi Lebih 1.000 Orang
Warga berjalan menerjang banjir akibat Topan Idai di Mozambik. (FOTO: Yasuyoshi Chiba/AFP )
Advertisement . Scroll to see content

MAPUTO, iNews.id - Korban tewas akibat Topan Idai yang menerjang Afrika tenggara bulan lalu meningkat lebih dari 1.000 orang. Selain itu, lebih dari 4.000 kasus kolera dilaporkan terjadi di antara korban yang selamat di Mozambik.

PBB menggambarkan Topan Idai sebagai salah satu badai paling mematikan yang pernah tercatat di belahan bumi selatan.

Topan itu menerjang pada Kamis (14/3) malam di dekat kota pelabuhan Mozambik, Beira. Angin kencang disertai hujan bergerak ke pedalaman ke negara tetangga, Zimbabwe dan Malawi.

Zimbabwe pada Rabu (10/4) memperbarui jumlah korban tewas menjadi 344, sementara Mozambik melaporkan 602 kematian. Di Malawi, 59 orang meninggal dalam hujan lebat sebelum awal Idai. Jumlah korban tewas terakhir mungkin tidak pernah bisa dikonfirmasi.

"Upaya Zimbabwe terbatas pada pemulihan orang yang sudah meninggal," kata Menteri Informasi Monica Mutsvangwa, seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (11/4/2019).

Mutsvangwa menyebut pemerintah akan mengirim ahli patologi ke Mozambik untuk membantu mengidentifikasi orang mati. Sekitar 257 orang, menurut dia, dinyatakan hilang ketika badai melanda dan 15 sekarang dianggap tewas.

Zimbabwe meminta dukungan internasional untuk mengumpulkan 613 juta dolar untuk membantu krisis kemanusiaan dan menutupi impor makanan. Lebih dari dua juta orang, di mana 1,85 juta berada di Mozambik, terdampak Topan Idai.

PBB kini sedang mengupayakan 282 juta dolar untuk mendanai bantuan darurat selama tiga bulan ke depan.

Sejak wabah kolera diumumkan pada Rabu (27/3) di Mozambik, pemerintah mencatat ada 4.072 kasus penyakit dan tujuh kematian. Sebagian besar kasus terjadi di Beira, yang dilanda badai hebat dan banjir.

Kolera tersebar lewat air atau makanan yang terkontaminasi dan bisa mematikan dalam beberapa jam jika tidak diobati. Pasien yang menerima perawatan medis biasanya sembuh dari penyakit dalam beberapa hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, lebih dari 745.000 dosis vaksin kolera oral sudah didistribusikan sejak kampanye vaksinasi diluncurkan pekan lalu.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut